RADAR JOGJA – Pariwisata di Kabupaten Bantul semakin maju. Destinasi wisata baru terus bermunculan. Event-event pariwisata juga digencarkan. Baik di tingkat lokal maupun internasional. Terbukti, hampir setiap tahun pariwisata Kabupaten Bantul menunjukkan perkembangannya. Juga sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang terus meningkat.
Mantan Kasubag Sekretaris Dewan DPRD Bantul ini menyebut lebih dari 15 destinasi baru bermunculan di eranya. Setiap tahun juga masuk nominasi nasional. Destinasi tersebut meliputi, Taman Kebon Empring Bintaran, Piyungan; Taman Pelangi Jetis, Taman Glugut meski bukan penanganan Dispar Bantul, Srikeminut mulai menggeliat. Selopamioro Advanture Park, Taman Nggirli di Sedayu, Tempuran Cikal Piyungan, wisata digital di Kaki Langit Mangunan, Laguna Depok, dan lain-lain.
Sementara pendapatan PAD bersumber retribusi meningkat signifikan sebesar 110 persen dari target Rp 26,5 miliar pada 2018. Dari tahun sebelumnya Rp 17 miliar menjadi Rp 29 miliar. Dan 2019 kembali naik menjadi Rp 31,8 miliar. Sumber retribusi ini mencangkup objek wisata (obwis) yang dikelola oleh Pemkab Bantul. Yaitu, Pantai Timur (Parangtritis hingga Depok), Pantai Barat mulai Pantai Samas hingga Pandansimo, Goa Cerme, Goa Selarong dan sewa gedung di obwis. ”Ya, semua berkat kinerja yang kompak. Saling bersinergi dan optimalisasi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Selain itu juga peran OPD lainnya,” ujarnya.
Dia menyebut ini bukan semata-mata kerja jajaran Pemerintah Kabupaten, tetapi juga unsur-unsur pengelola wisata lainnya. Seperti, Pokdarwis, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), asosiasi pariwisata dan lain-lain. Termasuk para pemangku wilayah sekitar objek wisata. Sedangkan penghargaan ataupun yang berhasil diraih yaitu, Pokdarwis Kaki Langit terbaik nasional. Desa wisata terbaik nasional di Wukirsari, Homestay Mangunan sempat di lima besar juara nasional. Surga tersembunyi di Mangunan. Ada Kampung Budaya Mataraman di Hutan Pinus dan terakhir Pokdarwis Mangir dan Krebet pernah masuk lima besar nasional.
Menurut Kwin, prestasi-perstasi tersebut patut disyukuri dan perlu ditingkatkan. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), pengelolaan dan pelayanan. Pariwisata harus melakukan inovasi-inovasi agar masing-masing objek menemukan jati diri. Sehingga wisatawan yang ke Bantul tidak hanya sekadar datang dan menikmati. Tetapi juga membawa kenangan.
Dia berharap ke depan pariwisata Bantul semakin berkembang. Semakin diminati wisatawan lokal dan internasional. Sehingga jika PAD meningkat dapat mendorong Bantul menjadi kabupaten mandiri.(din/er)

Jogja Utama