RADAR JOGJA – Dibukanya sejumlah objek wisata sejak Juli lalu, bukan berarti menjadi gegabah untuk membuka destinasi wisata lainnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/8). HB X menyebutkan belum ada informasi adanya kasus penularan Covid-19.

“Nanti dulu untuk perluasan pembukaan wisata. Kita perlu waktu karena yang namanya virus corona itu juga punya masa inkubasi satu minggu sampai 10 hari. Kalau belum satu minggu, mau diswab wisatawannya juga pasti negatif,” ujarnya.

Selain itu HB X juga masih menutup akses bagi wisatawan dari daerah zona merah. Jika ada kelalaian dari pengelola wisata, pihaknya akan melakukan langkah tegas.

“Begitu ada hotel yang kena, otomatis saya close paling sedikit tiga hari untuk disinfektan. Mereka (pengelola) kan juga rugi, jadi mau nggak mau harus disiplin,” tegasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan PHRI dan pelaku jasa wisata lain untuk memperketat protokol pencegahan Covid-19 dengan aturan yang lebih spesifik. Dia mencontohkan, jika hotel punya kolam renang yang lebarnya 5 meter x 8 meter diatur jumlah orang yang diizinkan berenang. Misalnya maksimal 10 atau 5 orang saja.

“Jangan sampai kolam renang di hotel kecil, tapi puluhan orang bisa berenang di situ, jelas itu tidak sesuai protokol namanya,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Utama