RADAR JOGJA – Petugas Satuan Reskrim Polres Sleman menangkap SF, 23, dalam kasus prostitusi online. Tersangka ditangkap ketika sedang menjajakan perempuan di sebuah hotel di Gejawan belum lama ini.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menjelaskan, Kasus terungkap bermula dari patroli cyber. SF merupakan salah seorang karyawan swasta. Dia ditangkap di salah satu hotel di Gejayan. ”Pelaku mengaku telah melakukan aksinya sudah satu minggu terakhir,” jelasnya Selasa (4/8).

Dia melakukan hal tersebut dengan alasan ekonomi untuk memenuhi atau menambah kebutuhannya. Ada empat orang korban berusia di bawah 24 tahun.
SF meluncurkan aksinya melalui media sosial Facebook. Yakni, dengan modus ingin menawarkan lowongan pekerjaan. Setelah itu, korban ditawari pekerjaan sebagai pijat plus. ”Setelah mendapatkan korban kemudian diajak bertemu dan menjelaskan pekerjaan yang sebenarnya dimaksudkan,” ungkap Deni.

Kepada korban, tersangka memfasilitasi tempat tinggal dan handphone. Dia pun membuat akun twitter untuk sarana mencari pelanggan. Dimana, SF menerapkan komisi bagi hasil sebanyak 60 persen untuk korban dan sisanya untuk dirinya.

Akibat perbuatannya, SF dijerat pasal 12 UU Nomor 21/2006 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau pasal 76F UU RI Nomor 17/2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 296 KUHP. Dengan ancaman hukuman palinh lama 1 tahun 4 bulan. “Terjerat pasal perlindungan anak, karena salah satu korban ada yang masih dibawah umur,” tandasnya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sebsar Rp 2,5 juta, empat buah handphone, beberapa alat kontrasapsi, beberapa lembar tisu, satu buah celana dalam, dan satu buah bra. (cr1/bah)

Jogja Utama