RADAR JOGJA – Masa tanggap darurat virus korona (Covid-19) di DIJ diperpanjang hingga 31 Agus. Pemerintah kota Jogja mendukung perpanjangan masa tanggap darurat, demi kemudahan penyaluran penganggaran penanganan Covid-19.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poereadi (HP) mengatakan,
anggaran penanganan Covid-19 ada dua model yang dilakukan yakni realokasi refocusing dan mengupayakan di APBD perubahan. Dalam APBD perubahan, beberapa program yang akan dilakukan dalam rangka penanganan Covid-19 diupayakan bisa masuk pada akomodasi realokasi refocusing dalam APBD perubahan. “Karena kalau anggaran tidak fleksibel kami khawatir tidak bisa menangani kasus,” jelasnya.

Selama ini, pemkot Jogja menganggarkan realokasi refocusing sebesar Rp 174 miliar dalam biaya tak terduga untuk penanganan Covid-19. Jumlah tersebut tetap akan didorong agar bisa diakomodir pada APBD perubahan. Ini agar pemkot tetap mempunyai kemampuan ketika ada kasus-kasus yang berkembang. ”Karena kasus yang kami tangani belum selesai masih trus berjalan dan fluktuatif. Kalau nggak disiapkan dengan anggaran yang mencukupi kami khawatir nggak punya kemampuan lebih fleksibel dengan persoalan yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Dengan APBD perubahan, diharapkan OPD di lingkungan pemkot Jogja yang lain juga sudah bisa melaksanakan program-program yang lebih selektif untuk dijalankan dan lebih fokus. “Karena tidak mungkin kami menyelenggarakan seluruh program yang kemarin dirancang di APBD murni. Kami berharap OPD lain bisa menyesuaikan (program yang selektif),” imbuhnya.

Sementara Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan perpanjangan tanggap darurat jangan diartikan sebagai perpanjangn pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau pembatasan kegiatan masyarakat. Sebab hal ini berkaitan dengan komitmen atau kebijakan anggaran pemerintah daerah. ”Selama belum bisa memprediksi kebijakan provinsi kami ikuti,” kata HS.

HS menjelaskan kebijakan anggaran untuk penanganan Covid-19 selama ini menggunakan biaya tak terduga. Dikarenakan situasi yang fluktuatif, akhir pandemi Covid-19 tidak bisa diprediksi. “Kami akan evaluasi terus,” jelasnya.
Berkaitan dengan kegiatan perekonomian, pihaknya tidak pernah melakukan penutupan hotel dan resto. Pemkot, selalu mengingatkan agar pengelola usaha untuk tertib menerapkan protokol kesehatan. (wia/bah)

Jogja Utama