RADAR JOGJA – Tak kapok, narapidana di lembaga pemasyarakatan Sibolga, Sumatera Utara, kembali berulah dari dalam penjara. Kali ini menipu warga Jogja dengan mengaku sebagai Gubernur AAU.

Itulah modus yang digunakan Joko Sumardi dan Endang Suginingsih untuk melakukan tindak pidana penipuan. Dengan mengelabui korbannya, pelaku mampu meraup dana sebesar Rp 20,5 juta. Kapolresta Jogja Kombes Pol Sudjarwoko menjelaskan, Joko melancarkan aksinya dengan mencari dan menghubungi nomor ponsel secara acak.

Setelah menjalin komunikasi dengan korban, JS lantas mengaku sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) DIJ Marsma TNI Nanang Santoso. Tak lupa dia memajang foto profil Nanang di aplikasi Whatsapp miliknya. Dia mencari gambar lewat Google demi meyakinkan korbannya. “HP tersangka menggunakan PP (profile picture) pejabat. Dengan PP itu dia mengaku sebagai pejabat untuk menipu salah satu anggota keluarga (pejabat),” jelasnya, dalam konferensi pers, Senin (20/7).

Joko kemudian menawarkan lelang barang sitaan negara berupa satu unit mobil seharga Rp 20 juta. Kemudian, untuk urusan lelang selanjutnya disambungkan kepada seorang petugas Bea Cukai. “Setelah beberapa saat, pelaku ganti normor telepon dan menghubungi korban. Mengaku petugas Bea Cukai,” jelasnya.

PENIPU: Tersangka JS dan ES terlibat kasus penipuan, mengelabui korban dengan menyamar menjadi Gubernur AAU dan petugas bea cukai. ( YUWANTORO WINDUAJIE/RADAR JOGJA )

Pelaku lantas meminta tambahan dana untuk melunasi transaksi. Korban pun menyanggupinya dengan mentransfer ke rekening yang disodorkan Joko. Pelaku juga meminta dana sebesar Rp 500 ribu untuk membeli pulsa. “Selanjutnya pelapor merasa curiga karena terlapor meminta untuk transfer uang lagi di luar kesepakatan awal,” imbuhnya.

Setelah menerima laporan , jajaran Polresta Jogja melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan Polres Tapanuli Tengah. Sebab, rekening yang ditransfer korban beralamat di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah. Pemilik rekening tersebut yakni ES yang juga ikut diamankan bersama pelaku. “Joko merupakan napi di Lapas Sibolga dan Endang ini juga menggunakan uang yang berada di rekening tersebut untuk keperluan pribadi,” katanya.

Akibat kasus penipuan ini, tersangka Joko lantas dipindah ke lapas di Jogja. Dia akan menyelesaikan sisa massa hukuman ditambah ancaman hukuman kasus penipuan yang baru dia lakukan. “Sebelumnya tersangka ditahan terkait kasus cabul dan divonis 12 tahun penjara. Sudah jalani empat tahun tapi melakukan lagi kasus penipuan,” jelasnya. (tor/pra)

Jogja Utama