RADAR JOGJA – Pada masa pandemi Covid-19, pengawasan peredaran hewan kurban diperketat. Hewan yang sehat akan diberi kalung atau label layak untuk dikurbankan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto menyebutkan, jika melihat kondisi saat ini pihaknya telah menyiapkan sebanyak 5.000 kalung untuk penanda bahwa hewan yang layak.

“Nanti paling tidak terpakai semua. Terlebih banyak hewan yang sebenarnya berasal dari luar kota,” tutur Sugeng kepada Radar Jogja, Senin (20/7).

Disebutkan, tahun lalu hanya sekitar 2.000-an hewan yang terlabeli sehat dan layak untuk dikurbankan. “Itu sudah termasuk kambing, tahun lalu lebih banyak kambingnya daripada sapi,” lanjutnya.

Untuk pemantauan kondisi kesehatan hewan, Sugeng sudah membentuk tim guna koordinasi di masing-masing kecamatan. Tujuannya, untuk melakukan pengawasa saat sebelum penyembelihan dan juga pengawas saat penyembelihan. “Kami awasi ke penjual hewan kurban tiban yang tersebar itu,” sambung dia.

Sugeng menyebutkan, pihaknya segera menerjunkan tim untuk pengawasan tersebut sepuluh hari atau seminggu sebelum Idul Adha. Sebelum dikurbankan, hewan dipastikan harus mengantongi surat sehat. ”Kemudian, akan dicek izin dari camat terkait tempat penjualan,” jelasnya.

Saat penyembelihan, hal yang akan dilihat yaitu terkait protokol kesehatan saat menyembelih. Mengingat, saat ini kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu dan tahun-tahun biasanya ada beberapa tenda di RPH yang digunakan oleh warga. Tetapi saat ini tidak diizinkan atau tidak ada dispensasi untuk hal tersebut. Akan susah kontrol jaga jarak,” jelas dia. (cr1/bah)

Jogja Utama