RADAR JOGJA – Secara bertahap, pengunjung di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akan ditambah. Selama ini, PT Taman Wisata Candi (TWC) harus menolak pengunjung yang datang, jika kuota sudah terpenuhi.

Direktur PT TWC Edy Setijono mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan. Saat ini jumlah pengunjung dibatasi sekitar 1.500 orang. “Borobudur kapasitas per hari rata-rata dari data 2019 kurang lebih 11 ribu. Karena hati-hati, masa uji coba ini hanya 10-15 persen pengunjungnya,” katanya di Kompleks Kepatihan Senin (13/6).

Kawasan objek wisata Candi Prambanan mulai dibuka dengan menjalankan protokol kesehatan. ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Candi Borobudur telah beroperasi menerima wisatawan sejak 25 Juni lalu. Adapun Candi Prambanan dibuka pada 1 Juli. “(Hari) Minggu animo pengunjung itu ternyata bagus. Tapi karena jam setengah dua siang itu udah tercapai kuota 1.500 langsung kita tutup jadi nggak ada penjualan tiket lagi,” ujarnya.

Minggu depan, pihaknya berencana untuk menambah kuota pengunjung yang dapat menyambangi wisata candi. Namun dilakukan atas pertimbangan hasil evaluasi dan izin dari gugus tugas penanganan Covid-19. “Dari 1.500 jadi 3.000. Jadi kita bisa betul-betul kontrol protokol kesehatannya,” tandasnya.

Saat ini, seluruh wisatawan yang datang dilakukan pendataan. Data tersebut berisi identitas serta riwayat perjalanan wisatawan. “Di hari terakhir ini udah mulai lebih dari kuota. Kalau sudah lebih penjualan tiket langsung ditutup,” tuturnya.

Edy mengaku telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terkait pelaksanaan protokol kesehatan di candi. SDM mampu melayani 50 persen kapasitas pengunjung. “Protokol sudah siap untuk 5.000 orang tapi karena kita hati-hati di tahap awal protokol ini kan baru uji coba ya maka kapasitasnya kita batasi,” jelasnya.

Kawasan objek wisata Candi Prambanan mulai dibuka dengan menjalankan protokol kesehatan. ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Biwara Yuswantan menjelaskan, uji operasional tempat wisata akan segera dievaluasi. Bila kondusif maka operasional akan ditingkatkan. “Sejauh ini belum ada wisatawan candi yang suhunya di atas 38 derajat. Uji coba ini juga untuk mempersiapkan seluruh perangkat yang ada di sana,” katanya.

Pengunjung tempat wisata saat ini masih didominasi oleh masyarakat Jogja. Adapun wisatawan asing masih nihil. “Masih dominan Jogja. Urutan dua dari Jawa Tengah,” jelasnya. (tor/pra)

Jogja Utama