RADAR JOGJA – Masih ada warga yang tertarik ingin mendaftar, tapi tidak bisa karena programnya dihentikan. Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul tidak diberi peran dalam pengorganisasian program Kartu Prakerja.

Salah seorang warga yang ingin mendaftar Kartu Prakerja adalah Anisa Matin, 25. Dia mengaku tertarik mengikuti program ini setelah ramai diperbincangkan di media sosial. “Aku minim info, tapi karena ramai di media sosial, aku jadi ingin ikut,” ujarnya kepada Radar Jogja saat ditemui di rumahnya, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Minggu (12/7).

Anisa mengaku tidak tahu pemegang Kartu Prakerja mendapatkan aliran dana bantuan atau insentif dari pemerintah. Dia yang baru dirumahkan oleh restoran tempatnya bekerja, hanya ingin mengasah kemampuan softskill. “Awalnya aku pikir aku akan mendapat materi tentang softskill gitu. Makanya tertarik,” ucapnya.

Ibu satu putri ini pun dinyatakan lulus saat mengerjakan tes untuk mendapatkan Kartu Prakerja. Dia menjalani tes itu sekitar satu bulan yang lalu. Namun setelahnya Anisa justru mendapat peringatan tidak tersedia gelombang.

Dia merasa hal ini tidak adil. Sebab dia mengetahui adanya pemegang Kartu Prakerja yang tidak terdampak Covid-19. Orang itu pun tetap bekerja dan tidak dirumahkan. “Aku bingung, apa kriteria lulusnya. Aku nonton di Youtube ada yang mengisi asal-asalan bisa lulus,”  ketusnya.

Sementara itu, Briyan, 19, mengaku sebagai pemegang Kartu Prakerja. Dia masuk di gelombang kedua. Terhitung sudah dua kali dia mendapatkan insentif, bulan Mei dan Juni. Tapi belum mendapatkannya bulan ini.

Briyan mengaku mengambil pelatihan webniar melalui aplikasi Ruang Guru. Dia disarankan mengikuti program Kartu Prakerja setelah diterima oleh Balai Latihan Kerja Produktivitas Pengembangan (BLKPP) Kota Jogja. “Karena masih ditunda dan belum jelas kelanjutannya,” sebutnya.

Baik Anisa maupun Briyan tidak mengetahui jika program Kartu Prakerja diberhentikan. Kasi Hubungan Insdustrial Disnakertrans Bantul Anursina Karti mengatakan, dinasnya belum dapat informasi terkait kebijakan baru Kartu Prakerja. “Saya sempat baca di media massa kalau Kartu Prakerja akan dihentikan,” tambahnya.

Disnakertrans Bantul tidak mendapat pemberitahuan dari pemerintah pusat sebagai pemegang kewenangan Kartu Prakerja. “Sekadar menginfokan, kabupaten tidak ada peran dalam mengurus Kartu Prakerja,” tegasnya.

Ditambahkan Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti, dinasnya hanya tahu sebatas Kartu Prakerja dihentikan. Penghentian  berlaku untuk semua proses Kartu Prakerja, baik pelatihan, maupun pembayaran insentifnya. “Kami tidak tahu, sampai batas waktu kapan dan kelanjutannya. Kami belum menerima surat dari pusat,” ucapnya.

Tercatat sebanyak 3.249 warga Bantul yang terdaftar sebagai pemegang Kartu Prakerja. Gelombang satu 759 orang, gelombang dua 1.342 orang dan gelombang tiga sebanyak 1.143 orang. (cr2/laz)

Jogja Utama