RADAR JOGJA – Panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1441 H di luar rumah pemotongan hewan (RPH) harus mengajukan permohonan izin sebelum hari H. Pengajuan izin bisa melalui wilayah kecamatan masing-masing.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan izin yang diajukan harus mengandung tiga unsur. Yakni sudah ada satgas Covid-19, gambar lahan, dan jumlah hewan yang akan disembelih. HP menjelaskan satgas Covid-19 menjadi satu syarat pokok pemkot untuk memberikan rekomendasi agar panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban bisa melakukan penyembelihan di luar RPH. “Karena satgas itu yang mengatur tentang luasan tempat untuk penyembelihan hewan kurban,” ujarnya. ,” katanya usai sosialisasi penyembelihan hewan kurban di Joglo Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sabtu (11/7).

Satgas tersebut juga yang akan melakukan perhatian  dan menjamin keamanan terhadap protokol Covid-19 di dalam proses penyembilahan hingga pembagian daging kurban. Kedua yaitu menyangkut siapa orang yang harus ikut terlibat dalam pemotongan maupun yang bisa dan boleh berada di area pemotongan hewan. Jumlah kapasitas orang yang terlibat harus dibatasi separonya dari kapasitas awal. “Anak-anak atau orang tua yang tidak berkepentingan tidak perlu datang,’’ pesannya.

Pemkot juga mengajak partisipasi seluruh pihak terutama melalui 557 panitia penyelenggara dan pembagian daging kurban untuk mengurangi proses penyembelihan di kota Jogja. Jikalau daging kurban dibagikan ke daerah lain.”Maka sebaiknya sejak awal hewan dikirimkan ke daerah yang akan berkurban,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto mengatakan pengajuan permohonan izin paling tidak satu minggu sebelum hari H harus sudah masuk. Pada intinya harus memberitahukan posisi tempat berkurban dan layout desain pada saat penyembelihan. “Ini supaya kami mudah untuk memantau sebelum penyembelihan,” katanya.

Sugeng menjelaskan sebelum proses penyembelihan tim ante mortem akan memeriksa kesehatan hewan kurban sebelum dipotong di lokasi penyembelihan. Dikhawatirkan hewan yang akan disembelih tidak memenuhi syarat seperti belum cukup umur atau sakit. “Kami sudah sematkan tiga nomor kontak yang kita keluarkan di SE nanti. Supaya panitia penyelenggara bisa hubungi kami dan kami bisa berkunjung melihat kondisi yang ada di lapangan,” ujarnya.

Termasuk juga akan melakukan pengecekan post mortem kepada kualitas daging, hati, maupun jeroan setelah disembelih. Ini untuk menghindari adanya penyakit atau cacing hati sebelum daging distribusikan. “Tapi kami tetap mengimbau agar penyembelihan bisa dilakukan di RPH supaya terjaga kebersihannya,” jelasnya.

Hingga sekarang, sudah dilaporkan ada 149 lembu dan 20 kambing yang akan dipotong di RPH. Jumlah itu terjadi penurunan karena adanya pandemi. Dinas Pertanian dan Pangan kota masih bisa menerima paling tidak kuota mencapai 200 ekor. “Pendaftaran penyembelihan di RPH tidak sulit via Baznas. Bisa datang langsung ke lantai dasar masjid Diponegoro di Kompleks Balai Kota Jogja,” imbuhnya.

Salah satu panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban Takmir Masjid Kawulo Gusti, Giwangan, Danang mengatakan tahun ini berencana akan berkurban dengan tujuh ekor lembu. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pun dengan penerapan penyembelihan yang berbeda karena di masa pandemi sangat menyambut baik. “Kalau saya justru sangat membantu sekalai kalau sembelih di RPH, karena kebersihannya sangat terjamin,’’ katanya. (wia/din)

Jogja Utama