RADAR JOGJA  – Setelah Pasar Kranggan dan juga Pasar Beringharjo, Pasar Sentul juga ditata. Hal itu dilakukan agar pasar-pasar di Kota Jogja dapat steril dan penerapan protokol Covid-19 tetap terjaga.

“Semua pasar akan kami tertibkan, tetapi bertahap. Untuk yang Pasar Sentul ini tadi baru sosialisasi dan juga edukasi,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono kepada Radar Jogja, Selasa (7/7).

Yunianto menyebutkan, penertiban di masa kebangkitan ini agar saat new normal semua dapat terkondisi dengan baik. Dikonsep seperti yang di Pasar Beringharjo. Dipasang garis pembatas, selain itu pembagian masker dan juga face shield untuk pedagang, disediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu dan lain-lain. “(Pasar) Kranggan juga sudah mulai jalan,” papar dia.

Setiap pasar yang ada di Kota Jogja memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk Pasar Sentul ini karakternya kecil, tetapi pengunjung maupun pedagangnya sangat banyak. “Sehingga tidak representatif, jadi harus ditertibkan. Bersama Satpol PP tadi menertibkan. Kami juga mengkomunikasikan kepada pedagang untuk bersama-sama mencari solusi. Terutama yang di luar pasar,” ujar mantan Kepala Kantor Taman Pintar itu.

Yunianto menyebutkan, pedagang di luar Pasar Sentul sebagian besar tidak resmi atau tidak memiliki kartu pedagang. Yunianto sedang mendiskusikan dengan Satpol PP untuk langkah-langkah berikutnya. “Kami belum melangkah, karena masih harus dimatangkan dulu dan masih mencermati. Nantinya yang di dalam juga akan ditertibkan pelan-pelan,” jelas dia.

Hal tersebut semata-mata untuk menghindarkan dan meminimalisasi persebaran Covid-19. “Tanpa menggusur atau memindah dan sebagainya. Nantinya semua pasar akan dilakukan seperti itu,” lanjutnya.

Dia menyampaikan, untuk menuju penertiban protokol Covid-19 di Pasar Sentul dari sisi physical distancing sangat kesulitan. Terlebih, karena pasar itu termasuk kecil. Terutama lapak di luar pasar harus benar-benar disiplin dan pembatasan harus diperhatikan.

Terkait jam buka saat pandemi ini juga diperhatikan, yang biasanya hati biasa sampai pukul 09.00 atau 10.00, mungkin sekarang bisa lebih cepat, yaitu pukul 08.00 sudah bersih. Antar pedagang harus berkonsolidasi dan memperketat para suplier yang datang. “Semua sedang dikomunikasikan. Karena pasar itu antar warga dan pedangan sudah saling kenal, jadi kita kedepankan asas kekeluargaan dan kearifan lokal,” sambungnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarto membenarkan jika anggotanya terlibat dalam menertibkan Pasar Sentul, Selasa (7/7). “Kami hanya membackup. Ada satu regu yang diterjunkan, yaitu 10 personel,” ungkapnya. (cr1/pra)

Jogja Utama