RADAR JOGJA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Jogjakarta dan Solo. Dia ingin memastikan penerapan protokol kesehatan di sejumlah simpul transportasi seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus berjalan dengan baik. Ini dalam rangka mencegah persebaran Covid-19.

Sejumlah simpul transportasi yang ditinjau yaitu Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Bandara Adi Sumarmo Solo, Stasiun Kereta Api di Jogja dan Solo, dan Terminal bus Tipe A Tirtonadi Solo.”Saya ingin memastikan penerapan pengendalian transportasi yang mengedepankan protokol kesehatan berjalan dengan baik di masa adaptasi kebiasaan baru ini,” kata Budi Karya.

Diungkapkan, Jogjakarta dan Solo merupakan kota yang menjadi destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Untuk itu, dia ingin memastikan para penguna jasa transportasi merasa aman dan nyaman untuk bertransportasi melalui penerapan protokol kesehatan yang baik mulai dari saat keberangkatan, dalam perjalanan, sampai tiba di kedatangan.

Dia ingin masyarakat pengguna jasa transportasi bisa tetap produktif beraktivitas dan bertransportasi, namun tetap aman dari penularan Covid-19. “Kami harapkan sektor pariwisata di sini bisa semakin membaik,” ucapnya.

Menhub melakukan pengecekan protokol kesehatan, dari mulai titik keberangkatan hingga kedatangan, dari mulai pemeriksaan suhu badan, hingga pengecekan dokumen kesehatan.

Menhub mengapresiasi para operator transportasi baik di bandara yang dikelola PT AP I, stasiun kereta (PT KAI) maupun terminal bus yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Dia meminta, para operator transportasi dapat terus konsisten dan terus meningkatkan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah.

Budi Karya Sumadi mengapresiasi kesiapan dan kelengkapan fasilitas bandara YIA. Dia juga optimistis bandara ini akan meningkatkan pariwisata di Jogjakarta. Budi Karya juga mendorong PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola YIA terus konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19. AP I diminta tegas melaksanakan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Satgas Covid -19 Pusat dalam pengelolaan bandara di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal. “Harus tetap konsisten,” tegasnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi menyatakan, terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, YIA termasuk paling ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya saat terjadi peningkatan trafik penumpang menjelang penerapan new normal. “Kami juga menyiapkan layanan rapid test bagi calon penumpang yang berlokasi di lantai mezzanine gedung penghubung YIA dengan hasil cepat dan biaya terjangkau,” jelasnya.

Dijelaskan, proses pemeriksaan hingga mendapatkan hasil rapid test memakan waktu sekitar 30 menit, tergantung antrean. Pemeriksaan dilakukan petugas rumah sakit. Layanan ini buka setiap hari pukul 06.00-16.00 sehingga dapat memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang akan melakukan keberangkatan dari YIA namun surat keterangan bebas Covid-19 sudah tidak berlaku. “Menurut peraturan baru, batas kedaluwarsa hasil rapid test tiga hari, lebih dari itu sudah tidak berlaku,’’ jelasnya.

Ditambahkan, untuk protokol kesehatan yang diterapkan di YIA yakni seluruh personel dan mitra usaha yang bertugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama masker. Menyediakan hand sanitizer di berbagai titik di bandara, menerapkan jarak fisik (physical distancing) di seluruh area, termasuk di area mitra usaha. “Kursi antrean pengecekan dokumen penumpang di area kedatangan dan keberangkatan telah diatur menjadi single-seat. Personel yang bertugas secara berkala juga mengingatkan seluruh penumpang,’’ ucapnya.

Pada periode 1 – 23 Juni 2020 terjadi peningkatan trafik penumpang mencapai 1.500 orang per hari. Bahkan mencapai 2.000 orang per hari pada akhir pekan. Pada periode ini terdapat total 35.343 penumpang dengan trafik pesawat mencapai 556 pergerakan. “Jumlah trafik penumpang di YIA ini merupakan trafik tertinggi keempat pada periode ini di antara bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I lainnya,” ujarnya.

Bandara yang dikelola AP I dengan trafik tertinggi pada periode ini yakni Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 107.123 penumpang, diikuti oleh Bandara Juanda Surabaya dengan 101.075 penumpang, dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 66.779 penumpang.

Sementara YIA, denga kualifikasi runway terbaik di Indonesia, dengan panjang 3,250 m x 45 m dan ketebalan pavement classification number (PCN) 107 dapat didarati pesawat terbesar dan terberat saat ini yaitu A380 dan Boeing 777-300ER.

Terminal penumpang dengan luas 219.000 meter persegi mampu menampung 20 juta penumpang per tahun, 11 kali lipat dari Bandara Adisutjipto yang hanya 1,8 juta penumpang per tahun, serta memiliki 22 parking stand, 10 garbarata serta terminal kargo dengan kapasitas kargo 500 ton per hari.(tom/din)

Jogja Utama