RADAR JOGJA – Selain akan melakukan pekerjaan fisik dengan skala perbaikan. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja juga akan melakukan pekerjaan fisik pada 2020.

Kepala DPUPKP Kota Jogja, Hari Setyowacono mengatakan dengan menggunakan dana insidental akan mengembalikan fungsi Jalan Kerto sesuai fungsi jalan. Karena sebelumnya setengah dari ruas jalan itu dimanfaatkan sebagai bekas warung makan ayam goreng Bonita. “Kami akan menjadikan jalan itu sesuai fungsinya kembali. Karena memang tanah negara dipakai untuk jualan dulunya,” katanya Senin(22/6).

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menjelaskan secara teknis memang bangunan bekas warung ayam goreng dibongkar untuk memperlebar Jalan Kerto. Khususnya di ujung selatan. Disamping itu, karena status tanah tersebut adalah milik negara. “Sekarang sudah bisa dibebaskan, tugas saya untuk menyelamatkan tanah negara sesuai fungsinya,” ujarnya.

Saat ini tengah tahap perencanaan untuk bisa membuka jalan Kerto tembus ke Jalan Kusumanegara. Namun, tahun ini yang utama baru bisa dikerjakan adalah mengamankan status jalan tersebut yang dulunya merupakan bangunan lama. Agar tidak dimanfaatkan lagi untuk kepentingan lain. “Dulu lebar hanya 3 meter kami akan tambah lebar sekitar 3-4 meter,” jelasnya.

Pekerjaan fisik tahun ini yang baru bisa dilakukan sesuai anggaran yang ada sekitar Rp 200 juta untuk membuka Jalan Kerto. Hanya, baru bisa meratakan bekas bangunan lama dan membuka trotoar lama. ”Belum sampai tahapan pengaspalan full. Ini karena adanya pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kota Jogja, Sarmin menerangkan Jalan Kerto pada gambar status peta pertanahan memang berfungsi sebagai jalan. Pada waktu itu karena perkembangan lalu lintas belum terlalu padat sehingga sementara baru difungsikan di ruas sisi barat. “Warga atas seizin pemerintah provinsi dulu memang diizinkan untuk memanfaatkan sementara,” katanya.

Maka kemudian ada langkah-langkah pendektaan yang ditempuh sampai akhirnya warga mau mengosongkan hunian yang berdiri di atas jalan Kerto khususnya sisi timur. “Mereka nggak punya hak pakai karena statusnya tanah negara. Dasarnya peta BPN membunyikan tanah negara dan izin yang dikeluarkan provinsi juga seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh jalan sisi timur di Jalan Kerto dari selatan sampai utara merupakan tanah negara. Sebelumnya, telah lebih awal membuka jalan sebelah utara yang awalnya tertutup untuk usaha-usaha makanan. Tinggal tahap selanjutnya membuka jalan sisi selatan agar tembus ke Jalan Kusumanegara. “Pembongkaran bangunan yang selatan ini sebelum pandemi sekitar bulan Maret,” imbuhnya. (wia/bah)

KEMBALIKAN FUNGSI : Ex Bangunan Warung Makan Ayam Goreng Bonita Dibongkar untuk Pelebaran Jalan Kerto  (Winda Atika Ira Puspita / Radar Jogja )

Jogja Utama