RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja akan membantu kebangkitan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya menggelontorkan dana bantuan hibah untuk kelompok usaha bersama (KUBE).

Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Agus Sudrajat mengatakan bantuan dana hibah tersebut berasal dari dana APBD 2020. Bantuan hibah ini akan dialokasikan hanya kepada 15 KUBE terpilih.”Kami akan seleksi yang memang layak memperoleh dana hibah,” katanya Sabtu (20/6).

Agus menjelaskan, proses seleksi akan dipilih bagi yang memiliki potensi berkembang. Syaratnya adalah yang memiliki kemauan untuk berkembang, jenis usaha, potensi dan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama ini. Termasuk juga penguasaan teknologi akan menjadi syarat untuk dipilih. “Karena nanti ada supporting IT-nya untuk pemasaran online,” ujarnya.

Nantinya, kelompok yang terpilih seleksi tersebut akan menjadi pilot project yang berpotensi bisa berkembang usahanya di masa pandemi Covid-19. Mereka dibina agar bisa mendorong kelompok lain juga untuk bangkit dan berkembang. “Nanti kami rembug tata cara seleksi dengan tim pendamping. Kami punya 15 tim pendamping,’’ jelasnya.

Dinsos Kota Jogja mencatat ada 718 KUBE. Dari jumlah itu, hanya 438 yang aktif. Sisanya 280 kelompok tidak aktif lagi. Dari jumlah yang aktif tersebut akan diseleksi menjadi 15 Kube terpilih yang berhak mendapat bantuan dana hibah. Nilai bantuan dana hibah untuk kube sekitar Rp 15 juta per kelompok. “Semoga melalui bantuan dana hibah bisa membangkitkan ekonomi warga miskin,’’ harapnya.

Karena anggota Kube adalah penerima program Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) atau Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Pun dalam pemilihan produk usaha KUBE juga harus berdasarkan survei pasar, apa yang dibutuhkan, sehingga bisa berkembang usahanya meski di tengah pagebluk korona. “Kami tekankan untuk survei pasar. Apa yang dibutuhkan bukan meciptakan produksinya saja,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ali Fahmi mengatakan pembentukan KUBE bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Mereka juga didampingi sebanyak 15 fasilitator sehingga diharapkan dapat membina dan melatih terhadap anggotanya. Terutama strategi pemasaran secara online untuk produk-produk yang dihasilkan. Tapi yang tak kalah penting dituntut untuk semakin memperhatikan standar mutu produk supaya dapat bersaing di pasaran.

Dia juga mengharapkan Pemkot Jogja dapat memelopori membeli produk-produk Kube melalui program Gandeng Gendong yang sempat terhenti di masa pandemi korona ini. (wia/din)

Jogja Utama