RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melaporkan satu pasien sembuh. Tercatat sebagai kasus 275. Detilnya adalah pasien laki-laki berusia 51 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat perjalanan dari Kota Surabaya Jawa Timur.

Penambahan ini merupakan uji sampel dari dua laboratorium. Tepatnya  Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIJ dan RSUP Dr Sardjito. Jumlah sampel teruji sebanyak 62 specimen dari 45 pasien.

“Ya laporan hari ini hanya berasal dari dua laboratorium, BBTKLPP dan RSUP Sardjito. (Dua laboratorium penguji) yang lain belum ada keterangan,” jelasnya, Selasa (16/6).

Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut mencatat adanya dua pasien sembuh. Tepatnya kasus 234 dan kasus 246. Kasus 234 adalah pasien laki-laki berusia 28 tahun dan kasus 246 adalah laki-laki berusia 26 tahun. Keduanya adalah warga Gunungkidul dan pasien klaster supplier ikan.

Bertambahnya pasien sembuh turut menguatkan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Jogjakarta. Tercatat hingga saat ini jumlah pasien sembuh mencapai 213 kasus. Sementara untuk angka akumulasi kasus positif mencapai 273 kasus. 

“Kalau pasien rawat inap isolasi masih 52 pasien. Adapula catatan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 8 pasien,” katanya.

Catatan mortalitas pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terus bertambah. Tercatat ada empat pasien yang dilaporkan meninggal hari ini. Pertama adalah pasien perempuan berusia 43 tahun asal Sleman. Hasil rapid diagnostic test (RDT) non reaktif.

Catatan kedua adalah pasien laki-laki berusia 65 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat sakit tuberkulosis. Pasien ketiga adalah laki-laki berusia 59 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat sakit ginjal. Terakhir adalah pasien laki-laki berusia 51 tahun asal Sleman. Hasil uji RDT non reaktif namun memiliki riwayat sakit asma.

“Laporan kematian PDP satu hingga tiga sudah jalani uji swab tapi hasilnya masih dalam proses laboratorium. Kalau laporan keempat belum jalan uji swab,” ujarnya.

Terkait ketersediaan kelengkapan medis laboratorium masih tercukupi. Ketersediaan Polymerase Chain Reaction (PCR) kisaran 50 ribu. Sementara untuk primer mencapai 40 ribu dan ekstraksi sekitar 30 ribu.

“Kalau Reagen masih sangat cukup. Untuk RDT kit (rapid diagnostic test) masih sekitar 25 ribu. Ini data logistik laboratorium di Jogjakarta per tanggal 15 Juni,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama