RADAR JOGJA – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro  menyambut baik rencana penyelenggaraan rapid test acak yang diselenggarakan hari ini. Rapid test ini untuk mengantisipasi penularan virus korona di kawasan tersebut.

Rapid test ini akan menyasar tiga lokasi, yakni di Tugu Jogja, sisi barat Kompleks Kepatihan, hingga Kawasan Alun-Alun Utara. Disediakan 50 sampel per titik. Jadi sekitar ada 150 sampel yang akan dilakukan.

Pengawas dan Penasihat Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto mengatakan sampai saat ini tidak ada kasus yang muncul di Malioboro. Dengan adanya rapid test tersebut diharapkan bisa untuk melihat persebaran Covid-19 dan sekitarnya. “Untuk antisipasi semuanya biar lebih aman dan nyaman. Semoga nggak ada kasus,” katanya Sabtu(13/6).

Diakuinya, saat ini mayoritas PKL Malioboro belum berjualan. Dari jumlah 920 PKL yang menjual batik-batik menghadap ke toko di sayap barat pedestrian, baru lima persen yang sudah mulai membuka lapak. Seluruh PKL mayoritas 62,5 persen merupakan penduduk Kota Jogja. Disusul Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. “Yang lima persen sudah buka ini kebanyakan penduduk Kota Jogja,’’ ujarnya.

Upaya penerapan protokol kesehatan pun sudah diinstruksikan meskipun pedagang masih relatif sedikit. Instruksi tersebut yaitu tetap menggunakan masker, face shield jika ada, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta selalu menjaga kebersihan. “Setiap Jumat sore pengurus PKK Srikandi Malioboro juga rutin menyapa pedagang supaya tertib protokol. Dan mengingatkan pengunjung yang tidak memakai masker,” jelasnya.

Langkah-langkah antisipasi sudah dilakukannya untuk meminimalisasi persebaran Covid-19 di Malioboro. Termasuk menyambut protokol baru new normal. Salah satunya melakukan sosialiasasi secara merata kepada seluruh PKL Maliboro agar tetap patuh dan memperhatikan protokol kesehatan. “Kalau tidak bisa melakukan tidak boleh beraktivitas untuk sementara,” imbuhnya.

Ketua Koperasi Persatuan Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (KKPKLY) Unit 37, Maryono mengungkapkan,k etika ada temuan kasus Covid-19 dia berharap agar segera ditangani. “Supaya pengunjung yang datang juga tidak takut. Bahwa Malioboro benar-benar aman,” katanya.

Kekhawatiran juga dia rasakan. Karena mereka melayani pembeli yang tidak diketahui asal maupun domisili. Menurutnya, kekhawatiran itu memang ada. Namun yang penting menaati protokol kesehatan. “Kami akan tenang kalau memang diadakan rapid test,’’jelasnya. (wia/din)

Jogja Utama