RADAR JOGJA – Saat ini protokol kesehatan sangat penting diterapkan di mana saja. Hal itu dipentingkan karena dipercaya dapat menekan persebaran Covid-19 semakin meluas. Salah satunya penerapan protokol di gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di Kota Jogja.

“Di kelompok-kelompok tani, di kebun sayurnya sudah diterapkan,” tutur Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto kepada Radar Jogja, Sabtu (13/6).

Sugeng menyampaikan, di sejumlah kebun sayur sudah disediakan tempat untuk cuci tangan dan sabun. Pihaknya juga mengimbau kepada para pengelola untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat melakukan aktivitas.

Disebutkan, sebenarnya realitas kedisiplinan jaga jarak, bermasker dan cuci tangan itu sudah merupakan satu kesatuan imbauan dari pemerintah. Ketika beraktivitas di mana pun harus memerhatikan kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga di lingkup pertanian.

Hal itu dilakukan agar kesehatan para petani dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di kelompok-kelompok tani tetap terjaga. Selain itu, potensi penularan juga bisa ditekan seminimal mungkin.

Di Kelompok Wanita Tani Gemah Ripah telah menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi virus korona. Para anggota KWT yang berlokasi di Bausasran, Danurejan itu sudah menyiapkan sabun dan tempat cuci tangan di kebun sayur mereka.

Koordinator KWT Gemah Ripah Marfuah juga telah mengimbau kepada para petugas piket rutin untuk menerapkan physical distancing saat bersih-bersih kebun. Dia menyebutkan, untuk piket membersihkan lahan dan tanaman sayuran tetap berjalan setiap hari. Yakni, bergantian dua sampai tiga orang. “Kami selalu jaga jarak dan pakai masker saat beraktivitas,” tuturnya. (cr1/din)

Jogja Utama