RADAR JOGJA – Penerapan protokol pencegahan korona mulai dilaksanakan di unit pelaksana teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja. Beberapa aturan baru yang diterapkan, seperti pemeriksaan suhu tubuh pemohon hingga penyemprotan disinfektan ke kendaraan yang akan diuji.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, penerapan protokol baru itu untuk melindungi petugas karena mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. UPT tersebut juga menerapkan kawasan wajib pakai masker. Kemudian, menyediakan hand sanitizer, wastafel lengkap dengan sabun, dan sebagainnya. Selama pengujian, penegmudi juga dilarang turun dari kendaraan. “Semua wajib menaati protokol itu, baik pengguna maupun petugas layanan,” tegas Agus, Senin (2/6).

DICEK DULU: Petugas melakukan uji KIR kendaraan angkutan di Giwangan, Kota Jogja, Selasa (2/6). Layanan uji KIR kendaraan angkutan kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Mantan Camat Gondomanan itu menambahkan, sejak pandemi korona ada sekitar 500 kendaraan tertunda untuk diuji kelayakannya. Setelah pembukaan layanan uji kendaraan bagi masyarakat akan dibatasi dulu. “Untuk sementara kami akan batasi sebanyak 50 kendaraan per hari dari yang biasanya 76 kendaraan,” tutur Agus.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyebutkan, jika dibiarkan terlalu lama tentu akan membahayakan keselamatan masyarajat, khusunya bagi pengendara. Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera menguji kendaraannya.

Mantan wartawan itu mengungkapkan, semua proses pengujian sudah digital, dari eksterior sampai mesin juga diuji satu-satu. Tidak ada lagi penilaian berdasar pada subjektivitas petugas. Karena semua sudah di-print out dari sistem layanan. Yang tidak lulus akan diberi kesempatan untuk memperbaiki selama satu bulan. “Harapannya, seluruh kendaraan yang beroperasi di Jogja semua sudah diuji dan lulus uji kelayakan. Sehingga keamanan saat berkendara terjamin,” harapnya. (cr1/pra)

Jogja Utama