RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (pemkot) Jogja segera melakukan rencana rapid test acak setidaknya pada minggu ini. Sasaran ke tempat publik Kota Jogja seperti pasar, mal, cafe, dan restoran.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan rapid test acak sebagai upaya untuk memastikan bahwa tidak ada sebaran kasus yang belum muncul. Atau kasus yang selama ini tidak terdeteksi di masyarakat. “Ini upaya kami meyakinkan Kota Jogja memang sudah sangat landai dan tidak ada kasus dari klaster baru,” katanya Senin (1/6).

HP menjelaskan pelaksanaan acak rapid test bekerjasama dengan Episemiologi UGM dan ada beberapa tahapan yang dilakukan di berbagai tempat publik tersebut. Ada sasaran umum sekitar 250 rapid test dan hanya sekali diberikan. Jika hasilnya menunjukkan reaktif, akan dilakukan test swab laboratorium. “Waktu pelaksanaan belum ditentukan. Masih menunggu angka sampel yang akan diambil berapa rapid test,” ujarnya.

Target yang akan dilakukan sampling tes adalah pedagang lebih dulu. Setelah itu jika ada kasus maka akan terus dilakukan dengan pengunjungnya. “Seperti model Indogrosir, karyawan dahulu baru diikuti pengunjungnya,” jelasnya.

Meski demikian, HP menyebut jika melihat kasus dan angka-angka Covid-19 di kota Jogja akhir-akhir ini perkembangan sangat landai dan tidak diketemukan kasus baru. Pertambahan konfirm positif hanya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasilnya sudah keluar dari test swab sebelumnya. Artinya di luar yang ada dalam daftar kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan PDP.  “Dan konfirm positif tidak muncul lebih dari dua kasus dalam minggu ini,” sambungnya.

Saat ini kasus konfirm positif Covid-19 ada delapan kasus, PDP 11 kasus dan ODP 63 kasus. Ada tambahan satu konfirm positif tersebut adalah hasil dari test swab kasus PDP yang isterinya juga sudah dinyatakan konfirm positif dua hari sebelumnya. Ini karena ada perjalanan dari Surabaya pertengahan Mei lalu. “Jadi sebarannya semua wilayah Jogja barat, timur, utara dan selatan serta tengah. Dari segmen pasar tradisional maupun tempat publik di tengah kota,” imbuhnya. (wia/bah)

Jogja Utama