RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Jogja merencanakan random rapid diagnostic rest (RDT) di sejumlah pasar tradisional. Langkah medis ini juga akan menyasar sejumlah cafe, restoran dan beberapa mall. Tujuannya untuk memetakan persebaran Covid-19 di Kota Jogja.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi berharap ada data signifikan untuk mengetahui sebaran aktif di wilayah administrasinya. Apakah sudah terhenti atau berlanjut dari kasus dan klaster yang sudah ada.

“Sebab jika melihat kasus dan angka-angka Covid-19 di Kota Jogja akhir-akhir ini perkembangannya sangat landai. Tidak ditemukan kasus baru, pertambahan kasus hanya berasal dari PDP (pasien dalam pengawasan) yang hasil swabnya sudah keluar,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (1/6).

Data tersebut menguatkan hipotesa kajian tidak adanya penambahan kasus dari luar daftar kasus ODP maupun PDP. Bahkan pertambahan kasus baru tidak muncul lebih dari dua minggu ini. Tercatat Kota Jogja memiliki 8 kasus positif, 11 PDP dan 63 ODP.

“Tambahan satu kemarin (31/5) adalah hasil swab kasus PDP, yang istrinya juga sudah dinyatakan positif dua hari sebelumnya, karena ada perjalanan dari Surabaya pertengahan Mei yang lalu,” katanya.

Walau bersifat acak, namun uji RDT tetap menyasar sejumlah titik. Dipilihnya pasar tradisional karena menjadi titik pertemuan orang dari berbagai wilayah. Termasuk penentuan ruang publik lainnya. 

Random RDT ini akan melibatkan pakar Epidemiologi UGM. Setidaknya ada 250 RDT kit yang disediakan untuk melakukan uji random massal ini. Sasaran awal adalah sejumlah pasar tradisional di Kota Jogja.

“Hanya sekali rapid test, jika reaktif langsung akan diswab. Pedagang dahulu. Kalau ada kasus terus dilakukan dengan pengunjungnya. Acak sebagai upaya memastikan tidak ada sebaran atau kasus yang belum muncul atau kasus yang selama ini tidak terdeteksi di masyarakat,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 Sleman juga akan melakukan uji RDT di 12 pasar tradisional. Rencananya setiap pasar akan mendapatkan 50 RDT kit. Untuk kemudian dilakukan uji secara acak kepada pedagang di lingkungan pasar tersebut.

Keduabelas pasar tradisional diantaranya Pasar Prambanan, pasar Stan, pasar Condongcatur, pasar Colombo, pasar Gentan, pasar Jangkang  pasar Tempel, pasar Sleman, pasar Cebongan, pasar Ngino, pasar Gamping dan pasar Godean.

“Pelaksanannya Minggu pertama Juni, serentak di 12 pasar tradisional. Rapid tes dilakukan di puskesmas terdekat dari pasar. Diperlukan 1.200 RDT kit untuk dua putaran. Sleman saat ini masih tersedia 5000 RDT kit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo. (dwi/tif)

Jogja Utama