RADAR JOGJA – Masyarakat yang menerbangkan balon udara tanpa izin terancam hukuman penjara tiga tahun dan denda hingga Rp 1 miliar. Terutama yang menerbangkan balon udara pada area Millitary Controlled Airspace (MCA) di Jogkakarta.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Jogjakarta Mayor Sus Ambar Rejiyati mengatakan, aturan terkait penerbangan balon udara juga sudah tertuang dalam Undang-undang (UU) No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PPKS 101). “Sudah diatur dalam Pasal 421 ayat 1 akan ada ancaman hukuman penjara tiga tahun hingga denda Rp 1 miliar,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

Hal itu seiring dengan masih maraknya balon udara yang ditemukan di wilayah DIJ. Ambar menyatakan pada Minggu (24/5) beberapa balon udara jatuh di wilayah Gunungkidul. Balon-balon tersebut berukuran cukup besar dengan diameter mencapai lima meter. Satu balon ditemukan di Kecamatan Saptosari dan yang lain ditemukan jatuh di wilayah kecamatan Girisubo. Balon-balon udara tersebut diperkiraan sempat melayang dengan ketinggian mencapai 500 meter. “Sampai dengan saat ini belum diketahui dari mana asal balon udara tersebut,” ujar Ambar.

Menurut dia, potensi bahaya yang mungkin terjadi karena penerbangan balon udara yakni dapat merusak mesin pesawat. Sebab, balon udara dapat tersangkut di sayap, ekor dan flight control seperti rudder, elevator serta aileron.

Aktivitas balon udara di angkasa juga dapat menganggu konsentrasi pilot. Sehingga membuat sulit menentukan arah serta koordinasi saat pesawat berada di atas udara. Penyampaian informasi ketinggian dan kecepatan pesawat pun juga menjadi tidak akurat. “Sehingga membuat pesawat susah dikendalikan lalu membuatnya hilang kendali,” ujar Ambar.

Selain balon udara, aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi aktivitas penerbangan adalah permainan layang-layang, penggunaan laser pointer dan drone. Karena dapat mengganggu konsentrasi pilot, merusak baling-baling, mengganggu kinerja mesin pesawat dan berpotensi bertabrakan dengan pesawat. “Apabila balon udara atau drone terkena mesin pesawat, mesin bisa kemudian mati. Bahkan bisa meledak atau terbakar ,” imbuhnya.

Terpisah, General Manager (GM) Airnav Cabang Jogjakarta Ratna Mustikaningsih menambahkan, terkait dengan adanya temuan balon udara tersebut. Pihaknya telah mengeluarkan notice to airmen (notam) atau pemberitahuan kepada penerbangan. Yang berisi tentang kewaspadaan terhadap adanya balon udara tersebut. “Kami juga mengingatkan kepada warga agar tidak menerbangkan balon udara secara sembarangan. Sebab, ada sanksi yang menanti pelaku yang menerbangkan balon liar sesuai UU No 1/2009 tentang Penerbangan dan Permenhub 40/2018 tentang keselamatan penerbagan,” tuturnya. (inu/pra)

Jogja Utama