RADAR JOGJA – Rombongan wisatawan nekat langgar imbauan larangan berwisata di tengah pandemi virus korona, Selasa  (26/5). Sebagian wisatawan yang melintasi Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Parangtritis diminta putar balik. Sebagian berhasil menerobos hingga ke Pantai Parangtritis.

Anggota Search and Rescue (SAR) Pantai Parangtritis Ali Sutanto mengaku, pihaknya menjumpai satu rombongan yang nekat berwisata di Pantai Parangtritis. Mereka (rombongan, red) merupakan warga lokal Jogjakarta. Saat dimintai keterangan dan alasan berkunjung ke Pantai, mereka inigin menghilangkan rasa penat. Setelah sekian lama berada di dalam rumah. “Ada sekitar 10 orang yang berkunjung tadi siang,” ungkap Ali dihubungi, Selasa  (26/5).

Selanjutnya, pihak SAR meminta agar pengunjung tidak berlama-lama berada di Pantai.

Sementara Koordinator TPR Parangtritis Rohmat Ridwanto menyebut, selama dua hari kemarin, banyak rombongan wisata yang diminta putar balik oleh tim satuan  tugas (Satgas) Desa Parangtritis. Mereka menggunakan kendaraan berplat nomor dari luar Jogja. ”Untuk hari ini tidak ada penyekatan di TPR. Tim satgas cenderung melakukan patroli ditempat-tempat kerumunan massa,” jelasnya.

Pihaknya tetap melaksanakan instruksi pemerintah melalui surat edaran (SE) tentang penerapan petugas piket yang berlaku hingga 31 Mei mendatang. Selama ini petugas hanya melakukan pemantauan dan tidak menarik retribusi.

Demikian juga di objek wisata (Obwis) Mangunan, Dlingo. Ketua Koperasi Natawana Mangunan, Dlingo, Purwa Harsana mengatakan, pengunjung yang nekat datang ke sejumlah obwis diminta kembali pulang. Bahkan, pengelola wisata memperketat dengan penyekatan dengan memperketat penjagaan.

“Kami sepakat menutup obwis sesuai aturan pemerintah. Belum tau kapan akan kembali di buka. Kita taati saja instruksi pemerintah,” katanya.

Meski demikian, dia tak menampik masih ada kunjungan wisata di luar obwis. Rata-rata pengunjung datang lebih pagi. “Datang subuh. Sehingga tak ketahuan petugas jaga,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengimbau agar warga lebih bersabar, tidak berpergian dulu selama pandemi. Hal itu untuk mencegah persebaran korona.

Saat ini pihaknya dalam tahap penyusunan SOP sesuai kebijakan baru dari pemerintah pusat dan provinsi terkait pemberlakuan new normal. “Detailnya seperti apa masih dibahas,” jelasnya. (mel/bah)

Jogja Utama