RADAR JOGJA – Dua kasus terkonfirmasi positif dilaporkan oleh Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ. Sehingga akumulasi kasus positif di Jogjakarta menjadi sebanyak 228 kasus. Kedua kasus tidak terkait dalam klaster manapun.

Berdasarkan data, detil kasus di antaranya kasus 229, perempuan berusia 36 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya. Ada pula kasus 230, perempuan berusia 42 tahun asal Kabupaten Sleman. 

“Untuk kasus kasus 230 masih didalami riwayatnya. Masih dalam penelusuran Dinas Kesehatan Sleman,” jelasnya, Rabu (27/5).

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya kasus pasien sembuh. Total ada tiga pasien yang hasil uji swab telah negatif dua kali berturut-turut. Ketiga pasien tersebut berasal dari Kabupaten Sleman.

Detail pasien sembuh di antaranya kasus 49. Tercatat sebagai pasien perempuan berusi 65 tahun. Selanjutnya adalah pasien kasus 94, laki-laki berusia 56 tahun. Kasus 213 adalah laki-laki berusia 16 tahun.

“Riwayat kasus 49 ada riwayat perjalanan dari Jakarta. Kasus 94 adalah jamaah tabligh. Kasus 213 tercatat sebagai anak jamaah tabligh Gowa,” katanya.

Berdasarkan data, pasien kasus 49 tergolong lama menjalani rawat isolasi. Pasien ini dinyatakan positif sejak 12 April. Bahkan pasien lanjut usia ini telah menjalani uji swab sebanyak 14 kali.

“Kalau dari catatan medis imunitasnya lemah. Suaminya yang juga positif Covid-19 lebih sembuh dulu,” ujarnya.

Akumulasi kasus positif Covid-19 di Jogjakarta mulai melandai. Dua hari sebelumnya tercatat tidak ada penambahan kasus atau zero case. Sementara total akumulasi kasus mencapai 228 kasus.

“Laporan kesembuhan mencapai 135 kasus. Lalu pasien yang masih rawat isolasi 85 pasien. Pasien meninggal dunia 8 pasien,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIJ Irene memastikan uji swab berjalan normal. Laboratoriumnya telah melakukan uji specimen sebanyak 52 sampel. Dari hasil tersebut, satu sampel dinyatakan positif Covid-19.

“Yang positif dari BBTKLPP hanya 1 dari 52 spesimen yang diperiksa dan semua spesimen yang masuk sudah diperiksa. Kalau hasil satunya sepertinya dari RSUP Sardjito,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama