RADAR JOGJA – Terbitnya Peraturan Gubernur DKI tentang pembatasan kegiatan mobilisasi ke Jakarta turut berimbas pada regulasi tranportasi. Salah satunya adalah penerapan kebijakan tambahan di seluruh stasiun PT KAI Daop 6 Jogjakarta. Sejumlah syarat tambahan menjadi persyaratan perjalanan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto menjelaskan detil aturan. Pada dasarnya penerapan kereta api luar biasa (KLB) merupakan aturan mandiri. Dikuatkan dengan terbitnya Pergub DKI nomor 47 tahun 2020.

“Kalau KLB sudah ada regulasinya sebagai peran pengendalian Covid-19. Pergub DKI lebih mempertegas bahwa keluar masuk Jakarta lebih diperketat lagi,” jelasnya, Senin (25/5).

Keputusan  penerapan kebijakan juga berdasarkan evaluasi PT KAI per 24 Mei. Hasilnya, untuk penumpang tujuan Jakarta wajib memiliki surat ijin keluar masuk (SIKM) provinsi DKI Jakarta. Apabila tak memenuhi persyaratan, maka ijin perjalanan tidak diberikan oleh Posko Covid-19 di setiap stasiun.

Regulasi ini juga berlaku bagi pembeli tiket sebelum terbit kebijakan. Langkah selanjutnya adalah melengkapi persyaratan SIKM. Aturan tegas tetap berlaku apabila penumpang tak melengkapi persyaratan.

“Bagi penumpang yang sudah mempunyai tiket sebelum ketentuan ini ditetapkan tetap wajib memenuhi persyaratan diatas. Apabila tidak memenuhi syarat maka surat ijin dari petugas posko gugus tugas 

tidak dapat diberikan,” tegasnya.

Walau begitu PT KAI Daop 6 Jogjakarta tetap bertanggung jawab atas pembatalan. Calon penumpang mendapatkan bea tunai secara utuh. Artinya seluruh biaya pembelian tiket dikembalikan utuh oleh penyedia jasa transportasi.

Pengembalian bea tunai wajib menyerahkan sejumlah persyaratan. Mulai dari boarding pass sebagai lampiran laporan pembatalan. Selanjutnya petugas loket akan melakukan proses verifikasi data penumpang. Apabila sesuai, maka proses pembatalan dapat 

dilakukan.

Aturan ini juga berlaku apabila calon penumpang memiliki tiket kembalinya. Berlaku untuk pembelian tiket pulang dan pergi. Bea tunai dikembalikan tunai secara langsung dan penuh diluar bea pesan.

“Ketentuan ini berlaku mulai keberangkatan kereta api tanggal 25 Mei. Jadi mohon dicek tanggal keberangkatannya agar tidak kecelik,” pesannya. (dwi/tif)

Jogja Utama