RADAR JOGJA – Zero Case Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kembali terjadi di Jogjakarta. Berdasarkan laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ tak ada penambahan kasus baru per hari ini. Sebaliknya angka kesembuhan justru terus bertambah.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih menuturkan ada dua pasien sembuh. Yakni pasien kasus 142, laki-laki berusia 43 tahun asal Bantul. Pasien kedua adalah kasus 158. Perempuan berusia 20 tahun asal Bantul. 

“Keduanya tercatat sebagai pasien kasus klaster Indogrosir Mlati. Tepatnya berstatus sebagai karyawan. Dua kali uji swab berturut-turut sudah negatif Covid-19,” jelasnya, Senin (25/5).

Berdasarkan catatan medis keduanya tergolong sebagai orang tanpa gejala (OTG). Walau begitu tahap awal uji swab telah positif Covid-19. Hingga akhirnya menjalani rawat isolasi di rumah sakit rujukan.

Berty berharap kasus di Jogjakarta terus melandai. Salah satu indikasinya adalah terus bertambahnya pasien sembuh. Selain itu juga penambahan kasus positif mulai berkurang.

“Seperti hari ini, tidak ada penambahan kasus. Kalau akumulasi tercatat 226 kasus. Detailnya 125 pasien sudah sembuh, 93 masih jalani rawat isolasi dan delapan pasien positif Covid-19 meninggal dunia,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut mencatat adanya mortalitas pasien. Tepatnya pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sudah dilakukan uji swab namun hasil belum keluar. Pasien ini memiliki catatan riwayat medis sakit diabetes melitus.

“PDP meninggal dunia adalah laki-laki berusia 52 tahun asal Sleman. Untuk pemakaman tetap menerapkan protokol tertinggi,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIJ Irene memastikan uji swab terus berlangsung. Artinya catatan Zero Case memang tidak ada pasien yang positif. Terbukti dengan adanya pemeriksaan 109 sampel di laboratorium.

“Kemarin kami memeriksa 109 sampel, alhamdulillah tidak ada penambahan kasus baru. Semoga kondis seperti ini terus terjaga baik,” harapnya.

Uji swab tak menyasar PDP. Tahapan medis ini juga mulai menguji orang tanpa gejala (OTG). Tepatnya yang mendapatkan hasil reaktif dari rapid diagnose test (RDT).

Uji swab OTG hasil rapid test reaktif dilakukan di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kabupaten Gunungkidul. Tiga wilayah ini dinyatakan sebagai daerah persebaran utama. Terlebih adanya beberapa klaster besar di tiga wilayah tersebut. 

“Lanjut uji swab, apabila positif akan dirujuk ke RS rujukan dan masuk ke dalam kategori PDP Positif, jika hasilnya negatif maka diperbolehkan pulang. Hasil swab untuk OTG reaktif dilakukan dua kali berturut-turut dengan hasil negatif,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama