RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ mencatat adanya tambahan tiga kasus positif. Salah satunya adalah pengunjung Indogrosir Mlati. Tercatat sebagai pasien kasus 2019, seorang perempuan berusia 43 tahun asal Kabupaten Sleman.

Anehnya data ini berbeda dengan data yang dimiliki Gugus Tugas Covid-19 Sleman. Berdasarkan data wilayah terdapat penambahan dua kasus positif. Keduanya tercatat sebagai pengunjung Indogrosir. Saat ini tengah menjalani rawat isolasi di RSUD Prambanan.

“Kalau data yang kami terima hanya satu pasien untuk yang klaster Indogrosir. Mungkin bisa dikroscek ke Dinkes wilayah,” tegas Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Rabu (20/5).

Dua kasus lainnya tercatat sebagai kasus 209 dan kasus 210. Detailnya Kasus 210 adalah laki-laki berusia 21 tahun asal Bantul. Kontak riwayat masih dalam penelusuran. Kasus 211 adalah laki-laki berusia 71 tahun asal India. Masuk dalam klaster jamaah tabligh Sleman.

“Kasus 211 berstatus WNA India. Total untuk warga India yang positif Covid-19 adalah tujuh orang,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya dua pasien sembuh. Terdiri dari kasus 115, laki-laki berusia 51 tahun asal Bantul. Adapula kasus 138, laki-laki berusia 34 tahun asal Kabupaten Sleman. Total laporan kesembuhan pasien mencapai 97 kasus.

Ada pula catatan mortalitas pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Adalah pasien perempuan berusia 84 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat sakit jantung. Sudah menjalani swab namun hasil tes belum keluar. 

“Akumulasi kasus positif hingga saat ini mencapai 209 kasus. Dengan catatan 97 pasien sembuh, 104 masih rawat isolasi dan 8 pasien positif Covid-19 meninggal dunia,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi memastikan ada dua pengunjung Indogrosir Mlati positif Covid-19. Keduanya telah menjalani uji swab di RSUD Prambanan. Rawat isolasi juga dilakoni di rumah sakit tersebut.

“Hasil swab positif  2 orang 

dari RSUD Prambanan. Dari total 70 orang reaktif rapid tes, baru 23 orang dinyatakan negatif,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama