RADAR JOGJA – Pembangunan dua gedung di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) sudah mencapai 89 persen. Dua gedung itu akan digunakan sebagai tempat penanganan khusus pasien Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19). Kapasitas bed atau tempat tidur gedung baru mencapai 107 unit.

Direktur RSA UGM Arief Budiyanto menjelaskan konstruksi bangunan sudah ada sejak 2010. Sayangnya pembangunan gedung Arjuna dan Yudhistira ini tak segera rampung. Hingga akhirnya Kementerian PUPR berencana melanjutkan pembangunan.

“Ke depan dua gedung ini secara khusus kami gunakan untuk merawat pasien Covid-19. Kalau progres pembangunan sudah 89 persen,” jelasnya, Selasa (19/5).

Melihat progres pembangunan tersebut, Arief memprediksi pembangunan gedung rampung 27 Mei. Untuk selanjutnya berlanjut dengan kelengkapan fasilitas medis. Seperti kamar rawat inap dan ruang isolasi. Terutama terkait penanganan pasien positif Covid-19.

Ketersediaan bed pasien dipastikan aman. Ini karena pihaknya mendapatkan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Tepatnya sejumlah 107 bed bagi ruang isolasi dan rawat inap.

Pihaknya juga masih akan melakukan pengadaan alat kesehatan lainnya. Kebutuhan yang mendesak antara lain seperti patient monitor dan mobile-x ray. Termasuk beberapa kelengkapan penunjang medis lainnya.

“Kedua gedung ini memiliki luas bangunan 7.120 meter. Nanti sebanyak 107 kamar akan difungsikan sebagai ruang untuk isolasi ICU dan rawat inap,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan ketersediaan bed mencukupi. Sleman saat ini memiliki kapasitas total 117 bed. Dari total tersebut masih tersedia 61 bed.

Pihaknya memiliki skenario rawat pasien ke RSPAU Hardjolukito. Berlaku apabila terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Namun prioritas utama tetap rawat isolasi di rumah sakit kawasan Sleman.

“Tadi malam jumlah bed tersedia 61 unit, kalau total ada 117. Banyak yang kosong karena banyak yang sembuh. Kalau yang reaktif RDT kami fokuskan di Asrama Haji,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama