RADAR JOGJA – Marketing Operation Region IV PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG di wilayah DIJ aman dan cukup untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri 1441 H. Pjs General Manager Pertamina MOR IV Teuku Johan Miftah memprediksi adanya peningkatan konsumsi sebesar 4% selama Ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

“Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 420 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 437 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019 yang berkisar di angka 440 MT per hari,” ujarnya.

Dia memastikan stok LPG di Fuel Terminal Pertamina saat ini dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya nanti. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan LPG khususnya ukuran 3 kg bersubsidi (PSO), pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan LPG.

“LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sehingga kami berharap kepada warga masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik dapat menggunakan LPG non subsidi yaitu varian bright gas,” kata Johan

“Kami menyalurkan LPG bersubsidi sesuai aturan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Misalkan di bulan April kemarin, alokasi kuota LPG 3 kg di Jogja adalah 3.206.960 tabung dan realisasinya adalah 3.175.480 tabung (99%),” lanjutnya.

Untuk bulan Mei ini diprediksi penyaluran LPG 3 kg adalah 97-98% dari alokasi yang telah ditetapkan. Meski di bawah kuota, pihaknya telah mengantisipasi menyiapkan stok tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Saat ini di wilayah DIJ Pertamina memiliki lebih dari 6.000 ribu pangkalan LPG PSO dan outlet Non PSO. Harga Eceran Tertinggi LPG 3 kg bersubsidi per tabung sesuai aturan Pemerintah daerah adalah sebesar Rp 15.500. Harga tersebut diperuntukkan bagi wilayah dalam radius penyaluran Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE). Sedangkan wilayah yang berada jauh dari SPPBE akan ditambah dengan ongkos distribusi namun tidak lebih dari Rp 17.000 per tabung.

“Bila terdapat pangkalan Pertamina yang menjual di atas harga HET maka konsumen dapat melaporkannya ke aparat setempat atau melalui kontak Pertamina 135,” tandasnya.

Jogja Utama