RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ melaporkan adanya lima pasien sembuh. Dua di antaranya berstatus karyawan Indogrosir Mlati, yakni kasus 150 dan kasus 165. 

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan detil data. Kasus 150 adalah perempuan berusia 38 tahun asal Sleman. Dinyatakan positif Covid-19 sejak 10 Mei. Kasus 165, perempuan berusia 42 tahun asal Bantul. Positif sejak 12 Mei.

“Hasil laboratorium sudah menunjukkan dua kali negatif sehingga dinyatakan sembuh Covid-19,” jelasnya, Selasa (19/5).

Berty menuturkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kesembuhan pasien cepat. Pertama, pasien memiliki imunitas yang sangat bagus. Lalu kecepatan laboratorium dalam melakukan uji swab kepada pasien positif Covid-19.

Pasien, lanjutnya, dapat dikatakan negatif Covid-19 pasca hasil dua kali negatif berturut-turut. Hasil inilah yang nampak pada kedua pasien. Hingga akhirnya telah dinyatakan sembuh dari virus asal Wuhan Tiongkok tersebut.

“Rentang waktu dari swab pertama adalah 2 sampai 3 hari. Ditambah pengujian sampel di laboratorium juga cepat. Sehingga bisa langsung terbaharukan informasinya,” katanya.

Tiga pasien lain yang dinyatakan sembuh berjenis kelamin perempuan. Detailnya kasus 103 berusia 50 tahun asal Bantul. Kasus 105 berusia 67 tahun asal Sleman. Ada pula kasus 116 berusia 27 tahun asal Bantul. Total pasien sembuh hingga saat ini mencapai 95 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ ini menuturkan pasien didominasi orang tanpa gejala. Artinya secara fisik terlihat sehat dan prima. Kalaupun ada gejala hanya dalam batas ringan hingga sedang.

“Kasus Covid-19 di Jogjakarta bila dilihat secara klinis tidak menunjukkan adanya pemberatan. Hal ini mungkin menjadikan kesembuhan lebih cepat. Status OTG juga faktor kesembuhan cepat,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya enam kasus baru. Terdiri dari kasus 203, perempuan berusia 11 tahun dengan tracing kasus 136. Kasus 204, laki-laki berusia 54 tahun. Kasus 205, laki-laki berusia 55 tahun. Kasus 206 laki berusia 49 tahun. Keempatnya berasal dari Gunungkidul.

Ada pula catatan kasus 207, pasien perempuan berusia 25 tahun asal Bantul. Tercatat sebagai pengunjung Indogrosir Mlati. Terakhir adalah kasus 208, laki-laki berusia 71 tahun asal Sleman. Berhubungan dengan klaster Gereja Protestan Indonesia Barat.

“Kasus 204 hingga 206 masuk dalam klaster jamaah tabligh Gunungkidul. Kalau akumulasi kasus positif Covid-19 sudah 204 kasus,” katanya.

Tiga pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia. Pasien pertama adalah laki-laki berusia 43 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat sakit diabetes melitus dan stroke. Pasien kedua laki-laki berusia 81 tahun asal Bantul. Ada riwayat sakit jantung dan hipertensi.

“Keduanya sudah uji swab, masih menunggu hasil. Kalau pasien ketiga, laki-laki berusia 75 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat sakit diabetes melitus. Belum uji swab,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama