RADAR JOGJA – Sekitar 73 persen  dari total 364 koperasi yang ada di Kota Jogja terdampak Covid-19. Yang paling banyak dirasakan adalah kolektabilitas angsuran.

Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja Prabaningtyas mengatakan ada sekitar 200-an koperasi yang kolektibilitas angsuran kurang lancar. “Tapi belum ada yang merumahkan atau PHK (pemutusan hubungan kerja, Red) tenaga kerja atau karaywannya,” katanya Sabtu (16/5).

Menurutnya, ketidaklancaran kolektabilitas kredit koperasi tersebut bukan hanya karena anggotanya tidak bisa memenuhi kewajiban untuk mengangsur. Melainkan ada beberapa koperasi yang menerapkan kebijakan penundaan angsuran anggota. Ini ada 25 persen dari 200 koperasi yang kurang lancar yang melakukan kebijakan penundaan. “Pendampingan ke koperasi terus kami lakukan supaya tetap aktif,’’ ujarnya.

Bahkan sejak Oktober 2019, pihaknya telah melakukan pendampingan ke koperasi- koperasi ini. Pendampingan dibantu oleh petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL). “Ada tiga orang yang membantu dibiayai dari Kemenkop dan UKM RI,” tambahnya.

Selain pendampingan, ada beberapa koperasi justru tidak hanya membantu sembako kepada tiap anggotanya, tetapi juga berbagai dengan masyarakat sekitar.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Nugroho Nurcahyo mengatakan dengan kondisi tersebut, Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans perlu memetakan dalam tiga aspek yakni aspek psikologi, ketahanan koperasi, dan likuiditas. “Kebijakan pemerintah terkait relaksasi seharusnya juga dirasakan lembaga keuangan mikro di tengah pandemi ini,” katanya.

Menurutnya, dengan masih belum adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 ini berakhir, koperasi dikhawatirkan akan mengalami kekurangan modal dan penurunan pendapatan sehingga berpotensi SHU di akhir tahun kecil atau bahkan minus. Dengan kondisi seperti ini daya tahan koperasi akan rentan. “Padahal dalam waktu dekat menghadapi lebaran, pendaftaran siswa baru dan berbagai even. Jadi lebih banyak kebutuhkan likuiditas termasuk koperasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap Pemerintah Kota Jogja memberikan bantuan modal sebagai salah satu program recovery ekonomi kepada koperasi yang terdampak Covid-19. “Bisa dengan skema pinjaman yang ringan untuk membantu mengatasi kesulitan likuiditas,’’ harapnya. (wia/din)

Jogja Utama