RADAR JOGJA – Jumlah kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) klaster Indogrosir Mlati terus bertambah. Hari ini bertambah tiga pasien baru. Tercatat sebagai adalah kasus 184, kasus 185 dan kasus 186. Ketiganya adalah karyawan pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan catatan kasus, ketiganya tergolong dalam kasus generasi 2. Perhitungan ini mengacu pada kasus 79 sebagai kasus generasi 1 Klaster Indogrosir Mlati. Sementara total kasus untuk klaster ini mencapai 29 kasus.

“Benar, dari total empat kasus baru, tiga diantaranya adalah kasus klaster Indogrosir Mlati. Satu warga Bantul dan dua diantaranya warga Sleman,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Kamis (14/5).

Detil ketiga kasus tersebut di antaranya kasus 184, laki-laki berusia 45 tahun asal Bantul. Kasus 185, perempuan berusia 53 tahun dan kasus 186, laki-laki berusia 20 tahun. Keduanya tercatat sebagai warga domisili Sleman.

Upaya selanjutnya adalah tracing kasus positif. Sasarannya adalah kontak erat dalam kurun waktu ke belakang. Tepatnya yang pernah kontak interaksi maupun riwayat perjalanan pasien.

“Untuk tracing langsung dilakukan oleh Dinkes setempat. Guna memetakan dan meminimalisir persebaran kasus,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengakui angka klaster Indogrosir Mlati tinggi. Dari total 60 karyawan reaktif, 26 diantaranya telah dinyatakan positif Covid-19. Adapula tiga kasus yang tergolong sebagai generasi 3 dari Klaster tersebut.

Angka ini melebihi presentase 20 persen RDT kit. Sesuai skema awal, Dinkes Sleman memprediksi jumlah kasus diangka 20 pesen dari total peserta RDT karyawan. Diluar dugaan angka terus bertambah setiap harinya.

“Untuk yang karyawan, analisis kami memang terjadi kontak sangat erat dan sering. Sehingga angka penularan tinggi, hampir 50 persen. Semoga pengunjung tidak sebesar itu karena kontaknya tidak rutin,” harapnya.

Kini pihaknya masih menunggu sisa hasil swab. Dinkes Sleman sendiri telah melakukan uji swab kepada seluruh karyawan. Dari total tersebut karyawan positif Covid-19 mencapai 26 kasus. Adapula 23 karyawan yang dinyatakan negatif.

“Hasil 23 karyawan ini sudah dua kali negatif swab, ya negatif Covid-19. Masih tersisa 11 karyawan yang belum keluar hasilnya,” katanya.

Selain klaster Indogrosir, Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya satu kasus klaster jamaah tabligh. Tepatnya adalah kasus 187. Detilnya pasien laki-laki berusia 20 tahun asal Kabupaten Sleman.

Terlampir pula dua pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pasien pertama laki-laki berusia 78 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat sakit stroke dan jantung. Pasien kedua adalah perempuan berusia 67 tahun asal Kulonprgo. Memiliki catatan medis sakit diabetes melitus. (dwi/tif)

Jogja Utama