RADAR JOGJA – Walau hanya ada sembilan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta tetap memberangkatkan rangkaian keretanya. Kebijakan ini berlaku selama penerapan Kereta Api Luar Biasa (KLB). Tepatnya pemberangkatan rangkaian kereta api selama pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berlakunnya kebijakan ini diimbangi dengan regulasi yang ketat. Penumpang wajib menyertakan surat keterangan bebas Covid-19. Selain itu juga membawa surat keterangan tugas apabila berasal dari instansi pemerintah maupun swasta.

“Jumlah penumpang hari pertama KLB kemarin ada sembilan penumpang untuk semua trip. Tujuan Bandung dua orang, Surabaya tiga orang, sisanya Jakarta. Berapapun jumlah penumpang tetap berangkat, karena tujuannya bukan untuk penumpang umum,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto, ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Rabu (13/5).

Eko menegaskan bahwa KLB bukanlah kereta reguler. Sehingga seluruh penumpang wajib mematuhi aturan yang berlaku. Upaya screening berlaku semenjak di luar pintu masuk. Mulai dari pengecekan persyaratan hingga suhu tubuh penumpang.

Operasional kereta ini juga bukanlah angkutan lebaran. Apabila tak memenuhi syarat maka terlarang untuk melintas. Terbukti pihaknya telah menolak penumpang yang tak memenuhi syarat.

“Banyak yang tidak lolos screening. Ingin beli tiket tapi tidak ada surat keterangan bebas Covid-19. Tujuannya tidak pasti, ada syarat surat tugas dari atasan ini tidak ada. Ya kami tolak,” tegasnya.

Pengoperasian KLB ini menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Operasional KLB sudah berlaku sejak Selasa (12/5) hingga akhir Mei (31/5).

Sesuai surat edaran, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan Covid-19. Selain itu, unsur pertahanan dan keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting, perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal, serta repatriasi.

Saat ini tercatat ada dua rangkaian kereta yang melintas. Relasi pertama adalah rute perjalanan Stasiun Gambir Jakarta menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya. Relasi kedua adalah Bandung menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya. Kedua relasi kereta api ini mampir Stasiun Tugu Jogjakarta.

“Setiap hari ada empat perjalanan rute Jakarta Surabaya dan Bandung Surabaya. Relasi ini perjalanan pulang dan pergi. Keretanya campuran eksekutif dan ekonomi,” katanya.

Terkait pembelian tiket tak bisa diwakilkan. Calon penumpang harus datang sendiri ke stasiun Tugu Jogjakarta. Kaitannya adalah regulasi yang berlaku baku bagi calon penumpang kereta api.

Calon penumpang, lanjutnya, wajib melapor ke Posko Gugus Tugas Covid-19 sebelum berangkat. Menyertakan pula berkas persyaratan wajib. Apabila terverifikasi akan mendapatkan surat ijin rangkap dua dari Satgas Covid-19.

“Lembar pertama diberikan ke petugas loket saat akan membeli tiket dan lembar kedua ditunjukkan kepada petugas pada saat boarding. Surat Izin tersebut berlaku hanya untuk satu kali perjalanan,” ujarnya. (dwi/tif)

Dua rute yang dilayani adalah:

1. Gambir – Surabaya Pasar Turi pp (Lintas Selatan)
a. Rangkaian: 4 Kereta Eksekutif dan 4 Kereta Ekonomi
b. Kapasitas yang dijual: 264 Tempat Duduk (50 persen dari total tempat duduk tersedia)
c. Stasiun Naik/Turun Penumpang: Gambir, Jogjakarta, Solo Balapan, Surabaya Pasarturi
d. Tarif jarak terjauh: Eksekutif Rp 750 ribu dan Ekonomi Rp 450 ribu

2. Bandung – Surabaya Pasar Turi pp
a. Rangkaian: 3 Kereta Eksekutif dan 3 Kereta Ekonomi
b. Kapasitas yang dijual: 198 Tempat Duduk (50 persen dari total tempat duduk tersedia)
c. Stasiun Naik/Turun Penumpang: Bandung, Jogjakarta, Madiun, Surabaya Pasarturi
d. Tarif jarak terjauh: Eksekutif Rp 630 ribu dan Ekonomi Rp 440 ribu

Jogja Utama