RADAR JOGJA – Pasien kasus klaster Indogrosir Mlati mengalami lonjakan drastis. Tercatat hari ini (13/5) muncul 10 kasus baru. Tiga di antaranya tertular dari karyawan pusat perbelanjaan tersebut. Total pasien untuk klaster ini mencapai 26 kasus.

Tiga kasus penularan ke keluarga atau orang terdekat yakni kasus 173, kasus 174 dan kasus 175. Kasus 173 dan kasus 175 memiliki riwayat kontak dengan karyawan Indogrosir. Sementara kasus 174 adalah anak dari karyawan Indogrosir.

“Ada juga kasus 176, lalu kasus 178 hingga kasus 183. Untuk semuanya ini tercatat sebagai karyawan Indogrosir Mlati. Hasil tracing karyawan Indogrosir di Gunungkidul, begitu mendapatkan data hasil RDT reaktif, terus dilakukan tracing kontak,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIJ Berty Murtiningsih, Rabu (13/5).

Detil kasus klaster Indogrosir di antaranya adalah kasus 173, pasien perempuan berusia 29 tahun. Kasus 174 adalah laki-laki berusia 7 tahun. Kasus 175 adalah laki-laki berusia 56 tahun. Kasus 183 adalah perempuan berusia 23 tahun. Keempatnya tercatat sebagai warga domisili Gunungkidul.

Berlanjut dengan kasus 176, laki-laki berusia 29 tahun. Kasus 178, laki-laki berusia 45 tahun. Kasus 179, laki-laki berusia 25 tahun. Kasus 180, laki-laki berusia 31 tahun dan kasus 182, laki-laki berusia 35 tahun. Kelimanya tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman.

“Terakhir adalah kasus 181, pasien laki-laki berusia 54 tahun, domisilinya Kota Jogja. Semua pasien telah ditangani oleh Dinas Kesehatan masing-masing wilayah,” katanya.

Selain itu ada pula kasus non klaster Indogrosir Mlati. Tercatat sebagai kasus 172, perempuan berusia 19 tahun asal Bantul. Memiliki riwayat kontak dengan klaster jamaah tabligh. Kasus 177 adalah laki-laki berusia 14 tahun asal Sleman. Ada riwayat kontak dengan pasien positif.

“Untuk tracing langsung dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten kota. Untuk melacak persebaran kasus,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya lima pasien sembuh. Sehingga total untuk pasien sembuh mencapai 68 kasus. Detailnya kasus 51 adalah laki-laki usia 57 tahun asal Sleman. Kasus 107, perempuan berusia 67 tahun. Kasus 113, laki-laki berusia 33 tahun. Kasus 114, perempuan berusia 23 tahun. Kasus 177, perempuan berusia 37.

“Empat kasus terakhir ini diketahui sebagai warga Kabupaten Gunungkidul. Semua sudah sembuh dan kondisi kesehatan prima,” katanya.

Didapat pula laporan kematian pasien dalam pengawasan (PDP). Satu pasien telah menjalani uji swab adalah laki-laki berusia 51 tahun asal Gunungkidul. Sementara dua pasien belum jalani uji swab adalah perempuan berusia 73 tahun asal Sleman. Juga laki-laki berusia 82 tahun asal Sleman. 

“Masih menunggu hasil yang uji swab. Dalam catatan medis diketahui pula ada riwayat sakit jantung dan stroke,” ujarnya.(dwi/tif)

Jogja Utama