RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih berusaha melacak awal mula munculnya kasus 79 dari Indogrosir. Hingga saat ini belum diketahui asal muasal kasus tersebut. Khususnya proses penularan hingga akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan ada dua pelacakan. Pertama adalah tracking, berupa melacak awal kontak interaksi maupun perjalanan. Sementara tracing untuk melacak kontak dengan siapa saja dan kemana saja.

“Dari hasil tracking mentok dia tidak dari mana-mana. Tidak dari perjalanan ke daerah terjangkit, dia juga tidak habis kontak pasien positif. Sehingga kami perkuat ditracingnya,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (11/5).

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Covid-19 Sleman, kasus 79 memang tak terindentifikasi. Bahkan kasus ini masuk dalam kategori tidak jelas sumbernya. Merupakan satu dari tiga kasus yang belum jelas riwayatnya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini menduga ada penularan dari luar Indogrosir. Salah satu dugaan adalah tertular dari pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Hingga akhirnya berantai menularkan pada karyawan Covid-19.

“Mungkin pas dia melayani pelanggan bisa jadi ketularan dari pelanggan. Tapi ya itu, tetap tidak ketemu kontak dengan siapa. Itu juga enggak jelas mana ayamnya mana telornya,” katanya.

Strategi tracing berubah menjadi screening. Upaya ini tidak hanya menjaring melalui kontak erat tapi terbuka. Artinya upaya pelacakan mulai diperluas dari zona sekitar lingkungan pasien kasus 79

“Langkah kami gropyokan. Entah kasus 79 ini ditulari teman atau pengunjungnya,” ujarnya.

Pasien kasus 79 sendiri telah dinyatakan sembuh, Minggu (10/5). Sementara itu duabelas pasien baru justru muncul setelahnya. Seluruhnya berstatus karyawan Indogrosir Mlati Sleman. Berasal dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Kota Jogja. Detilnya adalah tujuh pasien dari Kabupaten Bantul. Tiga pasien berasal dari Kabupaten Sleman. Sementara masing-masing satu dari Kulonprogo dan Kota Jogja.

“Untuk hasil swab belum semua keluar. Negatif baru satu. Ini besok (12/5) sampai Kamis (14/5) masih rapid tes untuk pengunjung yang berbelanja di Indogrosir dari 19 April sampai 4 Mei,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama