RADAR JOGJA – Menteri Perhubungan RI belum lama ini membuat kebijakan pelonggaran moda transportasi dengan berbagai ketentuan tertentu. Terkait itu, PT KAI Daerah Operasional (Daop 6) Jogjakarta masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan aturan lebih lanjut kebijakan itu.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto menyebutkan, masih menunggu instruksi pemerintah pusat terkait pengoperasian KAI akan seperti apa. Jika pemerintah siap, pihaknya juga akan siap. “Yang jelas kami mendukung untuk tetap memutus mata rantai penularan Covid-19,” tuturnya kepada Radar Jogja, Sabtu (9/5).

Eko menyampaikan, jika nantinya KAI juga akan beroperasi, pihaknya akan tetap mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Yaitu mengacu pada surat edaran dari Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Bagi calon penumpang umum harus mengantongi surat sehat dari dokter, surat keterangan dari kelurahan, RT/RW, keperluannya untuk apa, dan sebagainnya. “Akan diperketat, tidak semua orang diperbolehkan,’’ jelasnya.

Terkait pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah, Eko mrngatakan PT KAI tidak ingin melanggar itu. Pengaturan waktunya akan diperhatikan agar tidak sampai bertolak belakang atau tidak sinkron dengan pemberlakuan PSBB. “Kalau tidak boleh masuk ya tidak boleh masuk. Harus taat,” tegasnya.

Untuk okupansi, Eko mengungkapkan akan tetap sama yaitu menyiapkan maksimal 50 persen dari jumlah kuota KA. Ini agar tetap mematuhi physical distancing. “Kalau yang lain tetap sama. Hanya lebih diperketat calon penumpangnya,” jelasnya.

Sementara, masalah pembatalan mudik lebaran 2020 hingga Sebtu (9/5) jumlah pembatalan tiket ada sekitar 40 ribu penumpang. Untuk April lalu ada sekitar 28 ribu yang membatalkan. Kemudian awal Mei ini sudah sampai sekitar 12 ribu penumpang. “Sampai saat ini kami masih terus melayani proses pembatalan itu,” ungkapnya.

Eko berharap, masyarakat yang telah memesan tiket perjalanan KA agar PT KAI segera memberikan refund tiket. Calon penumpang juga diimbau untuk lebih baik melakukan pengembalian tiket melalui aplikasi saja. “Agar physical distancing tetap terjaga dengan baik,” pesannya. (cr1/din)

Jogja Utama