RADAR JOGJA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambil dari dana desa mulai disalurkan di tiga kantor pos di Kota Jogja. Salah satu di antaranya di Kantor Pos Besar untuk penerima manfaat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Gedongtengen dan Kecamatan Danurejan Sabtu (9/5).

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan bantuan tunai ini dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui kantor pos maupun rekening perbankan. Nilainya Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni. “Hari ini (kemarin) adalah bantuan tunai cash dari Kemensos,” katanya di sela penyaluran BLT di Kantor Pos Besar Jogja.

Di samping BLT dari Kemensos juga ada meliputi bantuan program keluarga harapan ( PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan kartu keluarga sejahtera (KKS). Namun tiga jenis bantuan tersebut sudah berjalan sejak April lalu melalui rekening keluarga penerima manfaat (KPM).

Penyaluran dilakukan bertahap melalui semua kantor pos tergantung dari tempat tinggal pada penerima manfaat. Selain dua kecamatan tersebut ditargetkan BLT disalurkan ke 14 kecamatan. Dijadwalkan selanjutnya adalah penyaluran untuk penerima manfaat kecamatan Gondokusuman, Gondomanan, Muja muju, Umbulharjo, dan seterusnya. “Jadi ini dijadwal, karena semua rata-rata memakai kantor pos,” sambungnya.

Targetnya sebelum lebaran penyaluran bantuan selesai. Penyaluran dilakukan rata-rata sekitar satu minggu. Baik untuk proses mengumpulkan hingga proses pengantaran bantuan. “Nanti untuk yang Mei sampai Juni masih nunggu undangan lagi,” tambahnya.

HP menyebut jumlah kartu keluarga (KK) penerima bantuan untuk Jaringan Pengaman Sosial dari Kemensos mencapai 30.889 KK. Dari jumlah itu terdiri dari BLT dengan total mencapai 7.893 KK. “Selama enam hari kantor pos akan melakukan distribusi ke warga yang sudah terdaftar,” terangnya.

Selanjutnya BPNT dengan penerima jumlahnya 11.893 KK per bulan akan menerima Rp 200.000 selama 12 bulan. Selain itu bantuan PKH dengan jumlah penerima 3.052 KK menerima Rp 200.000 per bulan selama 12 bulan ke depan. Serta KKS sebanyak 8.536 KK. Penerima KKS yaitu warga yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Namun selama ini belum memperoleh program Kemensos, maka akan menerima Rp 200.000 per bulan selama 9 bulan mulai April. “Tiga kelompok ini sudah menerima bantuan sejak April lalu. Dan tiga kelompok atau non BLTĀ  inilah yang nanti akan di top up oleh Propinsi April, Mei, Juni supaya yang diterima sama dengan program lainnya,” tambahnya.

Bantuan Langsung Tunai Kemensos Mulai Disalurkan ( ELANG KHARISMA / RADAR JOGJA )

Sedangkan Pemkot Jogja akan melakukan pemberian BLT sejumlah 13.814 KK. Terdiri dari 5.483 data yang masuk keluarga sejahtera jaminan perlindungan sosial (KSJPS) atau keluarga menuju sejahtera (KMS) yang belum menerima bantuan dari Kemensos dan keluarga terdampak lainnya yang belum menerima bantuan tetapi sudah masuk dalam data kemiskinan yaitu sejumlah 8.331 KK. “Tapi data ini bisa berubah. Karena jika ditemukan dobel penerimaan, akan disaring lagi,” sambungnya.

Adapun yang menerima bantuan pemkot tersebut akan mendapatkan paket April, Mei, hingga Juni. Masing-masing sebesar Rp 1,8 juta. Ini yang akan mulai di terimakan minggu depan, sesuai jadwal dari kantor pos. “Sedangkan warga terdampak lainnya, terutama yang tidak masuk dalam data kemiskinan kami harapkan bisa masuk semua dalam kartu Prakerja,” tambahnya.

Sehingga saat ini KK penerima bantuan untuk Jaringan Pengaman Sosial, baik yang berasal dari Kemensos, Propinsi dan Pemkot Jogja mencapai 44.703 KK. Jumlah ini terdiri dari 30.889 KK dari Kemensos dan 13.814 KK adalah penerima bantuan tunai dari Pemkot Jogja. Sampai saat ini pemkot masih melakukan penyisiran potensi dobel ataupun sasaran yang tidak tepat sasaran. Sehingga data ini akan terus mengalami perbaikan. “Jadi bantuan yang didistribusikan adalah keyakinan sampai saat ini tidak dobel-dobel,” tegasnya. (wia/din)

Jogja Utama