RADAR JOGJA – Orang tua siswa tidak bisa coba-coba lagi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA/SMK tahun ini. Peserta hanya boleh mengambil satu jalur. Juga hanya diberikan satu kali kesempatan untuk berpindah mendaftar dari SMA ke SMK dan sebaliknya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ Didik Wardaya menjelaskan, PPDB yang akan berlangsung akhir Juni mendatang, peserta hanya boleh mengambil satu jalur dari empat jalur yang disediakan. Keempat jalur tersebut adalah jalur zonasi, afirmasi, prestasi serta perpindahan tugas orangtua.

Tapi untuk peserta yang orangtuanya guru di sebuah SMA/SMK bisa mengambil satu jalur tambahan baik jalur zonasi atau prestasi. Dengan catatan, yang bersangkutan harus memilih sekolah lokasi orang tuanya bertugas. Dibuktikan dengan surat penugasan sebagai guru di sekolah tersebut dari pejabat pembina kepegawaian. “Di tahun ini masing-masing jalur hanya boleh mengambil satu jalur. Tidak bisa zonasi dan prestasi tidak bisa. Kalau zonasi, zonasi semuanya. Kalau prestasi, prestasi semua,” jelas Didik Selasa  (4/5).

Didik menambahkan, para peserta juga harus cermat saat akan memilih sekolah. Hal ini karena  Kesempatan satu kali, membuat peserta tidak bisa lagi berpindah ke pilihan awal. “Waktunya sampai hari kedua pukul 23.59. Pengalaman tahun kemarin coba-coba malah tidak bisa balik,” tambahnya.

Sementara untuk kuota masing-masing jalur, paling besar adalah jalur zonasi dengan presentase kuota mencapai 55 persen. Sedangkan untuk jalur afirmasi, disediakan kuota sebanyak 20 persen. Jalur prestasi 20 persen, serta perpindahan tugas orangtua sebanyak lima persen.

Khusus untuk peserta jalur afirmasi, tambah Didik, menunjukkan bukti kepemilikan surat tidak mampu yang dikeluarkan pemerintah penanggulangan kemiskinan, berupa KMS atau PKH. Nantinya surat akan diunggah saat menyertakan berkas untuk diverifikasi dan direkomendasikan masuk jalur afirmasi. “Yang mengambil di jalur afirmasi itu harus mengambil di zona satu. Jadi supaya tetap dekat dengan rumah,” ungkap Didik. (eno/pra)

Jogja Utama