RADAR JOGJA – Dalam rangka membantu percepatan penanganan Covid-19, Badan Intelijen Negara (BIN) menyerahkan empat unit Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada (RSA UGM) Kamis (7/5).

Sebagai RS rujukan penanganan pasien Covid-19, RSA UGM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ujinya sampai 768 spesimen per hari.

Sekretaris Utama (Sestama) BIN Bambang Sunarwibowo menjelaskan, bantuan lain yang diberikan adalah DNA/RNA/Protein Quantification, dua unit sterilisator, tiga unit refrigerator, dua unit refrigerated centrifuge, incubator CO2, PCR kit Covid-19, dua unit deep freezer -80C, rapid test dan peralatan laboratorium lainnya. Bantuan yang diberikan merupakan wujud dukungan pemerintah kepada lembaga penelitian dan rumah sakit dalam mempercepat proses deteksi COVID-19 pada spesimen klinis suspect korona, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Penyerahan bantuan alat laboratorium ini, merupakan realisasi perjanjian kerja sama (PKS) BIN dengan UGM dalam pengembangan riset guna mengatasi penyakit infeksi dengan potensi pandemi dan kerjasama pengembangan teknologi terapeutik terhadap Covid-19. “Bantuan ini juga diharapkan dapat mempercepat kinerja tenaga peneliti dalam mengidentifikasi suspect Covid-19 dan mempercepat putusnya rantai penyebaran virus korona,” ungkap Bambang di UGM melalui keterangan tertulis Kamis (7/5).

Selain memberikan bantuan peralatan laboratorium Covid-19 kepada RSA UGM, pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Universitas Airlangga Surabaya untuk penelitian dan pengembangan obat dan vaksin Covid-19. Dalam pengembangan vaksin, LBM Eijkman ditugaskan oleh pemerintah untuk memimpin konsorsium pembuatan vaksin tersebut. Hal ini menjadi penting, karena Indonesia harus mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam pembuatan vaksin, khususnya jika terjadi pandemi seperti saat ini.

Bersama dengan UGM pula, BIN juga melanjutkan kerja sama dalam pengembangan riset translasi bidang ilmu hayati dan kedokteran yang unggul. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penelitian kedokteran mutakhir sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU). “Ke depan dapat menghasilkan vaksin Covid-19 dan anti virus lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Bambang.

Rektor Universitas Gajah Mada Panut Mulyono berharap dengan adanya sumbangan peralatan laboratorium akan meningkatkan kapasitas laboratorium RSA UGM. Serta memudahkan para tenaga peneliti dalam mempercepat penanganan para pasien positif dan suspect Covid-19.

Mengingat, bantuan alat sangat dibutuhkan tenaga peneliti UGM agar dapat lebih maksimal dalam penanganan virus korona dan mendukung peneliti dalam pembuatan obat, vaksin anti-virus Covid-19 dan vaksin virus penyakit menular lainnya. “Semakin canggih dan cepat alat yang dimiliki untuk deteksi, semakin cepat pula penanganan dan kesempatan para pasien untuk sembuh, sehingga pandemi Covid-19 ini bisa kita berantas lebih cepat,” tutur Panut.

Panut berpesan, masyarakat juga terus berperan aktif dalam mencegah persebaran wabah korona. Baik melalui dukungan kepada pemerintah dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menunda pulang mudik, menjaga kesehatan pribadi hingga secara sukarela memberikan bantuan kepada para tenaga medis. “Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menekan dan memutus rantai persebaran pandemi Covid-19,” kata Panut. (eno/din)

Jogja Utama