RADAR JOGJA – Pandemi covid-19 kali ini membuat konsumsi BBM dan LPG di DIJ mengalami penurunan signifikan. Termasuk pada awal Ramadan dan jelang Idul Fitri, yang biasanya terjadi kenaikan permintaan. Penyebabnya di antaranya karena larangan mudik.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV Teuku Johan Miftah menyebut, dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM dan LPG Pertamina di wilayah DIJ pada 2020 jauh menurun. Tahun lalu, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat 10 persen dari rataan harian normal. Dari 1.800 Kiloliter menjadi 2.000 KL. “Namun, pada 2020 ini perkiraan rataan harian saat Ramadhan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 1.200 KL atau turun hampir 40 persen jika dibandingkan tahun 2019,” ujar Johan Selasa (5/5).

Dia menambahkan, untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu. Jika pada 2019 rata-rata di bulan Ramadan konsumsi berkisar di angka 360 KL per hari namun di tahun ini berkisar di angka 220 KL atau turun 39 persen. Adanya larangan mudik karena situasi pandemi covid-19 dan peralihan penerbangan, membuat penyaluran bahan bakar pesawat Pertamina yaitu avtur di bandara Adi Sucipto juga menurun.

Sementara untuk LPG untuk wilayah DIJ, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 4 persen selama Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Rerata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 420 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 437 MT. “Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idul Fitri 2019 yang berkisar di angka 440 MT per hari,” tambah Johan.

Untuk wilayah DIJ, Pertamina memiliki lebih dari 6.000 ribu pangkalan LPG PSO dan outlet Non PSO. Sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan maka Pertamina telah menyiagakan pangkalan PSO dan outlet non PSO tersebut untuk melayani kebutuhan LPG masyarakat. (cr1/pra)

Jogja Utama