RADAR JOGJA – Hampir semua kegiatan ditunda dan dialihkan untuk penanganan Covid-19. Tetapi, salah satu kegiatan yang harus tetap dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19 adalah pelayanan imunisasi pada anak.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, hak tersebut sesuai surat edaran  Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. “Terkait pelayanan imunisasi selama masa pandemi covid-19 ada protapnya,” katanya Minggu (3/5).

Dia menjelaskan dalan surat edaran tersebut bahwa imunisasi tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). “Semua imunisasi dilayani di puskesmas kecuali polio untuk usia 2-4 bulan karena (vaksin) habis masih nunggu droping dari pusat,” ujarnya.

Beberapa imunisasi yang wajib diterima bagi anak usia balita diantaranya vaksin hepatitis yang diberikan setelah bayi lahir. Vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis yang diberikan sebelum usia anak satu bulan. Imunisasi pentavalen (DPT-HB-Hib) yaitu vaksin yang digunakan untuk mengurangi risiko penyakit difteri, pertusis (batuk 100 hari), dan tetanus. Sementara HB merupakan vaksin untuk mengurangi risiko penyakit hepatitis B. “Ini untuk anak usia dua sampai empat bulan,” sambungnya.

Selain itu imunisasi pada anak usia sembilan bulan yaitu pemberian vaksin MR (Measles and Rubella) untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Serta imunisasi pentavalen dan polio untuk anak usia 18 bulan. “Semua penyakit itu tetap harus dicegah untuk mempertahankan angka kesakitan apalagi kematian,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan operasional pelayanan imunisasi baik di puskesmas maupun posyandu diharuskan mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. Apabila kegiatan pelayanan imunisasi dilaksanakan tetap di posyandu, maka harus dilakukan dengan menjalankan prinsip physical distancing. “Kalau di posyandu pelayanan harus harus dilakukan dalam ruangan yang cukup besar dengan sirkulasi udara dua arah yang baik,” terangnya.

Selain itu memastikan area tempat pelayanan di posyandu dibersihkan lebih dulu sebelum dan sesudah pelayanan sesuai dengan prinsip pencegahan penularan infeksi. Serta mengatur jarak meja pelayanan agar petugas tidak duduk saling berdekatan minimal satu meter. “Para kader juga harus memastikan sasaran imunisasi dan orangtua dalam keadaan sehat. Dan menyampaikan bagi yang sakit harap menunda dulu ke posyandu,” tambahnya yang menyebut tetap menerapkan protokol covid-19 lainnya.

Pun prinsip social distancing dan penerapan protokol covid-19 juga harus dilakukan pada pelayanan imunisasi yang dilakukan di Puskesmas. Salah satunya puskesmas harus mengatur pemisahan area pelayanan imunisasi dari pelayanan anak sakit. “Puskesmas juga dapat mengatur jadwal atau hari khusus untuk pelayanan imunisasi supaya terpisah dari pelayanan anak atau orang dewasa yang sakit,” imbuhnya.

Kegiatan lainnya seperti pencatatan dan pelaporan imunisasi tetap seperti biasa. Dan kegiatan surveilans PD3I selama masa pandemi covid-19 harus dioptimalkan. (wia/pra)

Jogja Utama