RADAR JOGJA – Masyarakat terdampak korona di Kota Jogja mulai bisa mencairkan bantuan sosial (Bansos) hari ini (4/5). Pada tahap pertama ini diberikan paket sembako seharga Rp 200.000 yang bisa dibelanjakan ke e-Warong dengan membawa kartu keluarga sejahtera (KKS) dan KTP.

Ketua E Warong Jetis 1, Marniningsih mengatakan telah melakukan persiapan penyaluran program sembako perluasan untuk keluarga penerima manfaat (KPM). Persiapan dilakukan sudah sejak Minggu (3/5). “Kami sudah siap untuk besuk mulai penyaluran,” katanya ditemui di e warung Jetis 1 Jalan Bumijo.

Dia menjelaskan dalam penyalurannya telah memenuhi empat komponen yang harus ada dalam sembako yang didistribusikan untuk para KPM. Seperti sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral.

Sembako yang telah disiapkan dengan besaran bantuan Rp 200.00 per KPM berupa beras 10 kilogram (kg), kacang tanah 200 gram, bawang 200 gram, kentang 0,5 kg, paket sop satu pak lengkap ada kol, wortel, loncang, seledri, dan lain-lain. Telur 0,5 kg, untuk buah jambu kristal atau bisa duku, protein hewani 3/4 ayam, dan 0,5 kg ikan. “Kami stok awal persediaan baru untuk 200 KPM. Kalau habis kami suplai lagi,” terangnya.

Menurut dia, mkanisme penyaluran tetap menerapkan protokol pencegahan covid-19. Yakni pelayanan yang berjarak secara beraturan. KPM harus mengantri berjarak 1,5 meter. Harus memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun yang telah disediakan. “Setelah itu bisa kami layani, kami utamakan bagi lansia pengambilan sembako bisa diwakilkan,” sambungnya.

Adapun untuk pembelian bantuan pangan penerima bantuan sosial harus membawa KTP dan KKS. Menurut dia, KKS tersebut yang berfungsi sebagai kartu non tunai untuk pengambilan bantuan pangan. Penerima bantuan sosial yang telah memiliki KKS bisa langsung datang ke e warong terdekat untuk melakukan transaksi pembelian bahan pangan menggunakan KKS.

KKS dengan sendirinya akan terisi voucher bantuan senilai Rp 200.000, setelah melakukan aktivasi dengan bank penyalur sebelumnya. Awalnya pengecekan saldo KKS untuk pencairan pembelian sembako. Setelah tertera saldo sebesar Rp 200.000 maka tanda tangan penerimaan dan lanjut penerimaan barang atau sembako. “Jangan lupa nomor pin-nya untuk menggesek kartu debit KKS di mesin EDC. Tidak ada saldo maka tidak bisa mengambil,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Jetis Sumargandi mengatakan, bantuan program sembako yang diterima sebesar Rp 200.000. Di wiliyahnya ada sejumlah 585 KPM yang akan menerima manfaat bantuan sembako KKS tersebut. Dengan rincian kelurahan Bumijo sebanyak 233 KPM, Cokrodiningratan 158 KPM, dan Gowongan 194 KPM. Dana bantuan tersebut bisa dicairkan di E-Warong atau agen rumah pangan kita (RPK) yang telah ditunjuk. “Pencairan bisa dilakukan pada Senin 4 Mei menyesuaikan jam buka toko jam 08.00 sampai dengan selesai,” katanya.

Sumargandi menjelaskan, dalam penyalurannya, Warung, toko, atau RPK yang ditunjuk dan penerima KPM diimbau tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19. “Harus memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak satu meter, dan lain-lain,” jelasnya.

Dalam pengawasannya dia melibatkan jajaran aparat di wilayah seperti lurah, babinkamtibmas, babinsa dan BKO Satpol PP, TKSK, maupun PSM dimasing masing wilayah.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyebut, ada sebanyak 53.319 kepala keluarga (KK) atau 38,3 persen KK di Kota Jogja akan menerima bansos di Kota Jogja. Para KK tersebut tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial, dan data keluarga sasaran jaring pengaman sosial (KSJPS) milik Pemkot Jogja, serta terdampak pandemi korona. (wia/pra)

Jogja Utama