RADAR JOGJA – Meskipun sudah dirazia berulang kali, ternyata aksi balap liar alias trek-trekan di sekitar Maguwoharjo International Stadium (MagIS) tetap berlangsung. Aksi mereka biasanya dilakukan bakda Salat Subuh sampai pukul 06.00.

Selama Ramadan ini saja, terhitung empat kali pihak kepolisian membubarkan kegiatan balapan liar tersebut.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto mengatakan, pada Jumat (1/ 5) pihaknya sudah membubarkan satu kegiatan balap liar itu. Dari hasil operasi tersebut, polisi berhasil menyita 12 kendaraan tanpa kelangkapan surat-surat dan masuk kategori motor curian (ranmor). Selain itu ditangkap juga 22 pemuda yang diketahui ikut balapan.”Mereka rata-rata  tidak menggunakan helm, sehingga kami lakukan penilangan,” ujar Yuli, sapaan akrabnya Sabtu (2/ 5).

BELUM JERA: Sejumlah remaja diamankan usai melakukan aksi balap liar di sekitar Maguwoharjo International Stadium (MagIS). (DOKUMENTASI POLDA DIJ )

Pada Senin (27/4) polisi juga mengamankan 19 kendaraan tanpa identitas yang disita dari lokasi yang sama. Yuli menyatakan, untuk ranmor yang disita dalam dua kegiatan tersebut kini sudah dibawa ke Rusun Dit Samapta untuk diamankan. Sementara para pelakunya diberi pembinaan dan penilangan. Sebelumnya, pada Sabtu (25/4) Minggu (26/4) polisi juga melakukan razia pada lokasi yang sama. Total ada 84 pemuda yang diamankan. Rinciannya 29 pemuda di hari pertama dan 55 orang di hari kedua.

Mantan kapolres Sleman ini menegaskan, operasi pembubaran akan terus dilakukan. Tindakan tegas akan dilakukan dari kepolisian, karena aksi mereka ini sudah menganggu ketertiban umum. Selain itu, pada situasi saat ini juga sangat tidak sesuai dengan aturan pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19. Seperti dilarang berkerumun dan wajib menggunakan masker.”Operasi akan dilakukan terus oleh jajaran kami,’’ tegasnya. (inu/din)

Jogja Utama