RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 meminta agar masyarakat menghancurkan masker bekas pakai sebelum dibuang. Itu sebagai upaya menimalisasi persebaran virus dari perangkat medis yang sehari-hari digunakan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan, penghancuran masker bekas pakai bisa dilakukan dengan cara dipotong kecil-kecil menjadi beberapa bagian. Hingga masker bekas tidak bisa dipakai kembali. Masker bekas pakai juga disarankan untuk direndam dalam deterjen terlebih dahulu sebelum dihancurkan.

Dia berharap agar prosedur pembuangan masker itu, bisa diterapkan masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang masuk dalam status orang dalam pantauan (ODP) dan tengah melakukan karantina atau isolasi mandiri. “Untuk rumah tangga, disarankan, masker direndam deterjen terlebih dahulu. Kemudian dibuang dalam keadaan dipotong atau digunting,” jelas Evie, sapaan Shavitri Jumat (1/ 5).

Evie juga mememinta agar pembuangan masker bekas tidak dilakukan sembarangan. Sampah medis rumah tangga harus dimasukkan ke tempat sampah. Ini agar setelah diangkut, sampah medis nantinya bisa dipilah oleh unit persampahan terkait.

Evie menyatakan, untuk prosedur pembuangan limbah medis kini juga diterapkan pada shelter-shelter karantina ODP, OTG, dan PPAT yang ada di Sleman. Limbah medis berupa alat pelindung diri (APD) dan masker prosedurnya pembuangan disendirikan, karena termasuk sampah infesksius dan limbah bahan berbahaya beracun (B3). “Nanti akan ada pihak ketiga yang melalukan treatment terhadap limbah B3, termasuk bagi rumah sakit, fasilitas kesehatan dan lain-lain,” tambahnya.

Terkait dengan pengelolaan sampah di masyarakat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan pihaknya terus berupaya agar kehadiran TPS 3R (reduce,reuse dan recycling) di Sleman bisa terus bertambah. Ini, supaya pengelolaan sampah rumah tangga bisa lebih maksimal. Termasuk memilah jenis-jenis sampah yang dihasilkan masyarakat.

Dwi menyatakan, kehadiran TPS 3R diakui memang cukup banyak berpengaruh besar terhadap pengelolaan sampah. Serta cukup mampu mengurangi jumlah sampah harian di Sleman. “Hingga 2020, Sleman sudah memiliki 26 TPS 3R. Adanya TPS 3R ini sudah mampu mengurangi 20 persen sampah harian,” ujarnya. (inu/din)

Jogja Utama