RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X memastikan belum ada pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat. Pernyataan ini guna menyikapi lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019(Covid-19) di DIJ. Terlebih seluruh kabupaten/kota belum mengajukan skema tersebut.

HB X turut menanggapi adanya lonjakan angka kasus. Terutama penambahan kasus per 29 April sebanyak 10 kasus. Dari hasil tracing, para pasien tersebut adalah klaster jamaah tabligh. Baik dari warga negara asing (WNA) India, jamaah tabligh Gowa maupun jamaah tabligh Jakarta.

“Tidak ajukan PSBB (karena ada lonjakan kasus positif Covid-19). Sepuluh (kasus) itu kan dari (klaster) WNA India dan jamaah tabligh di Jakarta dan Gowa,” jelasnya, ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (29/4).

Dalam kesempatan ini HB X juga menjawab keresahan warga. Terutama WNA India yang awalnya berpindah-pindah tempat tinggal. Tercatat ada lima belas WNA India di Jogjakarta. Seluruhnya tinggal sementara di masjid Dusun Kocoran Caturtunggal Depok Sleman.

Pasca dilakukan rapid diagnose test (RDT) muncul sembilan reaktif. Dari hasil ini lanjut dengan uji swab. Hasilnya empat WNA India dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya menjalani rawat isolasi di RSPAU Hardjolukito.

“Kondisi itu (kekhawatiran warga) bisa saja. Tapi mereka (WNA India) kan kami rawat di (Badan Pendidikan dan Pelatihan DIJ) Gunung Sempu,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan tracing untuk rombongan WNA India telah usai. Hasilnya adalah enam warga Kocoran dan empat warga Cangkringan dinyatakan reaktif RDT. Dari jumlah ini empat warga Kocoran dinyatakan positif Covid-19.

Secara keseluruhan Dinkes Sleman telah melakukan 68 RDT untuk tracing WNA India. Berlanjut dengan tracing RDT kepada 78 warga di sekitar masjid kawasan Kocoran. Hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif.

“Tracing WNA sudah selesai ada empat dirawat di Hardjolukito. Sebelas lainnya isolasi mandiri di Badan Diklat Sempu. Kalau istilah (Gugus Tugas Covid-19) provinsi kemarin klaster jamaah tabligh. Ada rombongan Gamping dan rombongan WNA,” ujarnya.

Terkait kondisi kesehatan pasien positif Covid-19 klaster jamaah tabligh sudah membaik. Bahkan kondisi fisik para pasien ini cenderung bagus. Hanya saja terdapat Covid-19 di bagian rongga pernapasan. 

“Kondisi fisik WNA India dan warga Sleman yang positif sehat semua. Kondisi fisik bagus tidak ada sakit berat. Cuma karena positif (Covid-19) maka harus jalan isolasi,” tegasnya. (dwi/tif)

Jogja Utama