RADAR JOGJA – Pemkot Jogja memastikan ketersediaan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon aman. Justru tahun ini mendapat tambahan kuota gas melon.

Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Benedict Cahyo Santoso mengatakan, ada kenaikan kuota sebesar 77.693 tabung per bulan atau 932.318 tabung per tahun. Dibandingkan tahun lalu jumlahnya 522.529 tabung per tahun. “Elpiji tidak ada masalah, pasokan lancar dari Pertamina. Tahun ini ada tambahan kuota,” katanya Minggu  (26/4).

Benedict menjelaskan, kuota 2020 menjadi 21.608 matrix ton sesuai dengan surat edaran Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jumlah itu sama dengan 21.608.000 kilogram pertahun. Sehingga jatah untuk Kota Jogja selama satu tahun yakni 7.202.666 tabung. Akan didistribusikan setiap bulan yaitu 600.222 tabung.

Mekanismenya adalah dari Pertamina mendistribusikan langsung ke agen-agen kota yang jumlahnya ada 14 agen. Kemudian agen-agen tersebut mendistribusikan ke 3.800 pangkalan di Kota Jogja. “Nanti masing-masing pangkalan yang akan distribusi ke pengecer,” jelasnya.

Dia selalu memantau agar harga gas melon sesuai dengan harge eceran tertinggi (HET) di setiap pangkalan. Saat ini masih pada harga Rp 15.500. Namun dia tidak bisa memastikan harga di tingkat pengecer yang berbeda-beda. “Kami akan monitoring terus disitu supaya harga tetap normal,” sambungnya.

Sementara untuk kebutuhan 2021 Disperindag selalu berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina. Jika kebutuhan 2020 dirasakan kurang maka akan mengusulkan penambahan untuk kuota untuk tahun 2021. “Nanti sesuai usulan daerah kalau perlu kami usulkan penambahan ke Pertamina,” tambahnya.

Sebelumnya Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah menyebut untuk produk elpiji penyaluran harian tetap berada di angka 445 Metric ton per hari. “Dapat dikatakan untuk LPG penyalurannya stabil di wilayah DIJ, namun kami tetap mengantisipasi dengan penyediaan stok elpiji di Fuel Terminal,” ungkap Johan. (wia/pra)

Jogja Utama