RADAR JOGJA– Pandemi virus korona (Covid-19) masih belum juga mereda. Melihat situasi yang terjadi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ kembali memperpanjang masa belajar siswa sekolah. Masa belajar siswa secara online diperpanjang hingga 15 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori menjelaskan akan mengikuti ketatapan dari Disdikpora DIJ. Terkait waktu belajar, akan disesuaikan dengan masa Ramadan. Dari surat edaran Disdikpora DIJ, dimana pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat Ramadan, yang biasanya mulai pukul 07.00, kini pembelajaran dimulai pukul 07.30. Senin sampai Kamis dari pukul 07.30 hingga pukul 13.00, sedangkan pada Jumat hanya sampai pukul 11.00 saja. ”Pengurangan jam belajar selama 10 menit,” jelas Budi Minggu  (26/4).

Soal waktu belajar saat PJJ di Jogja, pihaknya tidak mengatur. Dia menyebutkan, itu tergantung kebijakan sekolah dan guru masing-masing yang mengampu. “Soalnya anak SD sebagian besar masih memakai gawai milik orang tua. Tidak semua siswa siswi SD memiliki gawai,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada pihak sekolah, selama Ramadan ini untuk lebih menekankan nilai-nilai agama. Yakni dengan memperbanyak pendidikan agama khususnya yang berkaitan dengan puasa Ramadan. “Intensitasnya lebih keagamaaan bagi yang muslim,” imbuh Budi.

Bagi siswi yang beragama non muslim juga bisa ditekankan untuk mendalami pendidikan karakter. “Pendidikan agama dari masing-masing agama siswa juga bisa lebih ditekankan,” kata dia.

Kepala SMA Negeri 8 Jogjakarta Rudy Prakanto menyebutkan, saat Ramadan ini PJJ online di SMA Negeri 8 berlangsung dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 15.00 dengan dua sampai tiga mata pelajaran per hari. “Sebelumnya, proses PJJ di SMA kami, dilaksanakan dari pukul 07.15 hingga pukul 15.30. Dan setiap hari siswa belajar empat mata pelajaran,” jelas Rudy.

Dengan berkurangnya jumlah mata pelajaran itu, Rudy menyampaikan, waktu tersebut dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan. Yakni dimanfaatkan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa selama Ramadan ini.

Para siswa dipandu oleh guru agama di sekolah untuk melakukan kegiatan keagamaan dengan jadwal yang telah ditentukan setiap harinya. Siswa mengisi buku harian kegiatan keagamaan selama Ramadan secara online. Dicontohkan, kegiatan hari pertama melakukan salat tarawih di rumah, membaca quran, mendengarkan ceramah keagamaan dari youtube, melakukan video confrence dengan guru agama dari sekolah. “Sehingga seluruh kegiatan belajar dapat berlangsung secara baik,” tandasnya. (cr1/bah)

Jogja Utama