RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja mendorong seluruh pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 melakukan pendaftaran Kartu Prakerja. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui prakerja.go.id.

Kepala Bidang Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Jogja Edi Sugiharto mengatakan, pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri maupun melalui pendampingan. Maka dia membuka dua posko bantuan di Kantor Dispar untuk pendampingan. “Mungkin saja masih ada pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang membutuhkan pendampingan saat mendaftar, maka kami membuka posko bantuan,” katanya, Minggu (26/4).

Sebelumnya, pada pendaftaran gelombang dua ada 67 pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah mengakses posko pendampingan pendaftaran. Puluhan pekerja itu sudah berhasil mendaftar dan mendapat akun. Namun, penentuan pendaftar yang los seleksi dan verifikasi data untuk memperoleh kartu prakerja sepenuhnya ditentukan oleh pusat. “Kami hanya membantu pendaftaran saja. Tidak menjanjikan kaitannya lolos tidaknya itu kepentingan pusat,” ujarnya.

Edi tak menampik jika industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kota Jogja mengalami pukulan dan ujian yang berat akibat pandemi Covid-19. Dimana yang secara otomatis tidak ada lagi wisatawan yang datang. Ada beberapa pelaku yang masih mencoba bertahan dengan berbagai inovasi dan kreasi. Tetapi juga ada yang memilih menutup atau menghentikan sementara usaha mereka sampai kondisi pulih kembali. “Sebagian itu mereka tiarap karena berbicara segmen pasar. Pelaku ekonomi kreatif ini butuh segmen pasar, apapun yang mereka hasilkan ada pembeli baik jasa dan non jasa,” jelasnya.

Pihaknya sedang melakukan pendataan by name by address kepada semua pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak covid-19. Bekerjasama dengan basis kecamatan untuk mengklasifikasikan para pelaku usaha yang masuk pada 16 sektor ekonomi kreatif dan 13 bidang usaha pariwisata. “Kami diminta Dispar DIJ untuk mendata pelaku usaha pariwisata yang non asosiasi,” tambahnya.

Rencananya masing-masing Kabupaten/Kota akan ada pemberian bantuan sembako untuk pelaku pariwisata sejumlah 3.000-an paket. Adapun untuk situasi saat ini memang yang dibutuhkan lebih pada kebutuhan bahan pokok. “Kalau hal-hal yang sifatnya tersier memang berkurang drastis,” imbuhnya yang menyebut pertengahan bulan Ramadan diharapkan data sudah fix. (wia/pra)

Jogja Utama