RADAR JOGJA – Imbauan pemerintah terkait tidak adanya Salat Tarawih berjamaah maupun berbuka puasa bersama untuk mengurangi persebaran Covid-19, membuat Ramadan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut Pengurus Takmir Masjid Al Muqtashiddin Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia memilih untuk tetap membagikan takjil kepada mahasiswa maupun warga setempat, namun dalam pembagiannya dengan cara drive thru.

Ketua Takmir Masjid Al Muqtashidin Faaza Fakhrunnas mengungkapkan, setiap tahun masjid ini rutin membagikan takjil bagi mahasiswa maupun warga sekitar. Untuk awal puasa tahun ini, pihaknya menyediakan 150 porsi.

Dengan teknis pembagian kepada warga maupun mahasiswa cukup mengambilnya dari gerbang kampus FBE UII tanpa duduk bersama dalam masjid seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saat ini masih 150 porsi per hari. Bisa meningkat dan berkurang bergantung kondisi,” jelas Faaza Jumat (24/4).

Selain memilih untuk membagikan takjil secara drive thru, , pihaknya juga telah meniadakan Salat Tarawih berjamaah. Sudah sebulan, Salat Jumat juga ditiadakan sebagai upaya protokol pencegahan dan penyebaran Covid-19. “Semua aktivitas masjid off, kecuali buka bareng secara drive thru, pembagian sembako dan adzan rutin,” tambahnya.

Faaza mengungkapkan, kajian menjelang berbuka puasa secara tatap muka juga ditiadakan. Sebagai gantinya, pihaknya sempat mengadakan kajian secara daring melalui media sosial Instagram. “Untuk kajian online menjelang Ramadan, tidak setiap hari. Kemarin via Instagram. Tarhib Ramadan saja,” ungkap Faaza. (eno/din)

Jogja Utama