RADAR JOGJA – Jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja mengalami penyesuaian selama Ramadan ini. Mereka juga diminta menjadi contoh dalam penerapan protokol Covid-19 di lingkungannya.

Itu sesuai dengan Surat edaran (SE) tentang Penetapan jam kerja bagi pegawai pemkot selama Ramadan, tertanggal Selasa (21/4/20). SE tersebut berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 51 tahun 2020.

Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyebut, dalam SE tersebut juga mengatur disiplin protokol Covid-19. Selama bulan puasa salat tarawih, sahur, buka bersama, tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing. Tidak melakukan kegiatan tarawih keliling, peringatan Nuzulul Quran, iktikaf dan takbir keliling. Melaksanakan salat Idul Fitri sesuai imbauan pemerintah atau fatwa MUI. “Dan kegiatan keagamaan lain di bulan puasa ini kalau bisa dilaksanakan secara daring,” tuturnya Jumat (24/4).

Pun untuk menciptakan suasana yang kondusif selama Ramadan, perangkat daerah yang berwenang diminta untuk melaksanakan penertiban aktivitas tempat-tempat hiburan, permainan, hotel, restoran, toko, warung, dan lain sebagainya. “Sehingga tercipta suasana kondusif selama Ramadan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam SE tersebut, diatur perangkat daerah yang melaksanakan lima hari kerja selama bulan puasa ditetapkan pukul 07.30-14.45 setiap Senin-Kamis. Dan pada Jumat mulai pukul 07.30-11.00. Sedangkan perangkat daerah yang melaksanakan enam hari kerja, maka jam kerja ditetapkan pukul 07.30-13.30 tiap Seni-Kamis. Dan tiap Jumat pukul 07.30-11.00, serta Sabtu pukul 07.30-12.30. “Jadi jumlah jam kerjanya adalah 32,5 jam per minggu baik yang melaksanakan lima atau enam hari kerja,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, penyesuaian ini harus tetap mengacu pada peraturan sistem pembagian jam kerja dari rumah dan protokol pencegahan penularan Covid-19. “Pembagian jam kerja pegawai yang separo itu masih diberlakukan,” katanya. “Dan eselon teratas masih harus masuk terus setiap hari,” lanjutnya. (wia/pra)

Jogja Utama