RADAR JOGJA – Terminal Giwangan Jogja mulai mengambil langkah pasca kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat yang berlaku 24 April ini. Kepala Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Jogja Bekti Zunanta mengatakan, langkah itu dengan meniadakan pemberangkatan bus antar kota antar provinsi (AKAP) ke wilayah zona merah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

“Mulai hari ini (kemarin, Red) tidak ada pemberangkatan bus ke Jabodetabek. Karena kalau berangkat hari ini, sampai di sana besok pagi (hari ini, Red),” kata Bekti Kamis  (23/4).

Ia menjelaskan sebelumnya masih ada pemberangkatan bus AKAP ke wilayah Jabodetabek. Itu saja hanya ada dua armada bus yang berangkat yakni Sinar Jaya dan Murni Jaya. “Hanya ada dua  penumpang. Biasanya dioper, baru diberangkatkan,” ujarnya.

Kendati demikian, untuk kedatangan bus di Terminal Giwangan sudah tampak sepi menjelang bulan Ramadan. Data menunjukkan, kedatangan penumpang dari Jabodetabek dan Bandung berangsur menurun sejak 18-20 April yakni dari 60, menjadi 25 penumpang. Mulai naik dengan jumlah 75 penumpang pada 21 April dan turun drastis 47 penumpang pada kedatangan 22 April. “Kalau dari zona merah Jakarta kebetulan jarang, karena kan ada kebijakan PSBB,” jelasnya.

Terkait pengetatan pemudik kendaraan pribadi dari zona merah masuk ke Kota Jogja, harus melalui proses pemeriksaan ketat. Bagian pengawasan dan screening di perbatasan atau pintu-pintu masuk DIJ dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 dari provinsi. “Kalau ada plat B suruh balik, tidak boleh masuk. Kalau plat daerah lain, nanti di pos perbatasan ada metode dari petugas untuk mengecek,” jelasnya.

Maka filter terakhir akan dilakukan di Terminal Giwangan dengan metode pengecekan suhu tubuh pemudik. Demikian juga ketika memang berasal dari zona merah, akan ada pemeriksaan ketat lagi dan harus menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter. (tor/wia/laz)

Jogja Utama