RADAR JOGJA – Dua pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dinyatakan sembuh. Pasien dengan nonor kasus 54, seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun asal Kota Jogja. Pasien kedua adalah pasien kasus 61, seorang perempuan usia 54 tahun berdomisili Kabupaten Sleman.

Adanya data ini menguatkan presentase kesembuhan di Jogjakarta. Total pasien sembuh hingga saat ini mencapai 30 orang. Sementara untuk catatan meninggal dunia mencapai tujuh kasus. Untuk total kasus positif Covid-19 mencapai 72 kasus.

“Kalau pasien positif Covid-19 yang masih dirawat ada 35 orang. Tapi kalau untuk presentase kesembuhan di Jogjakarta memang relatif tinggi dibanding wilayah lainnya,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Selasa (21/4).

Diakui olehnya, kesehatan beberapa pasien dalam kondisi prima. Namun tak bisa semata menjadi indikator kesembuhan pasien positif Covid-19. Perlu ada uji swab negatif sebanyak dua kali. Hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan lepas dari rawat isolasi.

“Ada beberapa hasil evaluasi yang masih negatif dan positif dalam satuan waktu pengambilan sampel, maka masih disimpulkan sebagai kasus positif atau belum sembuh,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut mencatat penambahan tiga kasus positif. Detilnya kasus 72 seorang laki-laki berusia 50 tahun asal Gunungkidul. Kasus 73 seorang perempuan usia 73 tahun asal Gunungkidul. Kasus 74 seorang pasien laki-laki berusia 54 tahun asal Kota Jogja.

Berdasarkan hasil tracing, kedua pasien tertular dari pasien positif Covid-19 sebelumnya karena sempat mengikuti hajatan warga bersama pasien positif tersebut. Untuk saat ini masih dilakukan tracing kepada ke dua pasien baru asal Gunungkidul ini.

 “Info lengkap belum kami terima dari Dinkes Kabupaten Gunungkidul, tetapi info sementara adalah hasil tracing kontak positif  salah satu kasus di Gunungkidul,” ujarnya.

Ada pula catatan pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Seorang perempuan berusia 71 tahun. Pasien ini diketahui berdomisili Kabupaten Sleman. Dari hasil pemeriksaan medis, pasien memiliki riwayat penyakit diabetes melitus dan gagal ginjal.

“PDP meninggal tapi untuk uji swab masih dalam proses laboratorium. Laporan dari rumah sakit rujukan ada komorbid diabetes melitus dan gagal ginjal,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama